Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 01 September 2012

KEMBALI MENULIS

Rasanya dah sekian lama g' nulis d blog. Ada yang hilang. Namun, seperti ada yang mengingatkan akan kepemilikan blog ini.
Menulis adalah salah satu langkah untuk berbagi, bahkan bsa sebagai sarana curhat dan mengungkapkan perasaan hati dan jiwa yang mungkin belum tentu bsa kita ungkapkan melalui orang secara langsung.

Di awal kembali menulis ini, hanya itu yang dapat terlintas.

Selasa, 17 Januari 2012

Rabu, 06 Januari 2010

KUNCI JAWABAN

KUNCI JAWABAN
SOAL TERTULIS SELEKSI LCC KADER KESEHATAN REMAJA
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
TINGKAT KOTA YOGYAKARTA
TAHUN 2009
PETUNJUK PENGERJAAN SOAL :
1.Periksalah jumlah soal yang ada.
2.Soal terdiri dari 30 cek poin dan 5 isay.
3.Kerjakan pada lembar jawaban yang telah disediakan
4.Waktu untuk mengerjakan soal 45 menit

Berilah tanda silang ( X ) di jawaban yang benar pada lembar jawaban yang telah disediakan !
1.Di bawah ini merupakan syarat – syarat rumah sehat, kecuali…..
a.Luas ventilasi / lubang angin minimal 10 % dari luas lantai.
b.Tinggi langit – langit minimal 2,5 meter dari lantai
c.Luas kamar tidur minimal 8 meter2
d.Tinggi pintu minimal 2 meter
2.“Air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum”. Merupakan pengertian dari air minum yang tercantum dalam keputusan menteri kesehatan nomor…..
a.907 / 2002
b.970 / 2002
c.790 / 2002
d.709 / 2002
3.Ditinjau dari penggunaannya, pestisida dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu…..
a.Pestisida Rumah Tangga dan Pestisida kesehatan
b.Pestisida Rumah Tangga dan Pestisida Pertanian
c.Pestisida Kesehatan dan Pestisida Tanaman
d.Pestisida Pertanian dan Pestisida kesehatan
4.Dibawah ini adalah istilah untuk penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, dimana air minum tersebut mengandung kuman patogen yang terminum…..
a.Water borne disease
b.Water washed diseased
c.Water based diseased
d.Water related insects vectors
5.Imunisasi pada balita yang berupa suntikan dan diberikan sebanyak 3 kali secara berkala adalah….
a. BCG
b. POLIO
c. DPT
d. CAMPAK
6. Menurut WHO, yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak – kanak dan dewasa, yakni yang berumur antara…..
a. 8 – 15 tahun
b. 9 – 17 tahun
c. 10 – 19 tahun
d. 11 – 21 tahun
7. Seseorang dikatakan telah berusia lanjut ketika telah berusia….
a. 65 tahun keatas
b. 60 tahun keatas
c. 55 tahun keatas
d. 50 tahun keatas
8. Dibawah ini yang bukan merupakan ciri dari usia lanjut adalah……
a. Kulit keriput dan kering
b. Terjadi gangguan penglihatan
c. Terjadi dangguan pendengaran
d. Terjadi perubahan komposisi tubuh
9. Beberapa ciri dari plak adalah, kecuali…..
a. Tidak berwarna / transparan
b. Tempat bakteri brkembangbiak
c. Melekat erat pada permukaan gigi terutama di bagian leher gigi.
d. Menjadikan gigi berwarna kuning
10. Pada penyakit jaringan penunjang gigi ( radang gigi ), gusi tampak……
a. Lebih merah daripada biasa dan mudah berdarah
b. Agak kebiru – biruan dan meringus
c. Gusi tertutup oleh karang gigi
d. Gusi berwarna putih dan tipis
11. UPGK merupakan kepanjangan dari…..
a. Upaya Perbaikan Gizi keluarga
b. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga
c. Unit Perbaikan Gizi Keluarga
d. Usaha Perencanaan Gizi Keluarga
12. Yang merupakan kegiatan utama dari UPGK adalah…..
a. Penyuluhan gizi di balai desa
b. Penyuluhan gizi masyarakat perkotaan
c. Pelayanan gizi di posyandu
d. Penyuluhan gizi masyarakat pedesan
13. Hemaralopia adalah penyakit yang diakibatkan karena seseorang kekurangan…
a. Vitamin A
b. Vitamin B
c. Vitamin C
d. Vitamin D
14. Asetosal merupakan obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit…….
a. Demam
b. Batuk
c. Pusing
d. Diare
15. TOGA merupakan Singkatan dari……
a. Tanaman Obat Keluarga
b. Tempat Obat Keluarga
c. Taman Obat Keluarga
d. Tambahan Obat Keluarga
16. Untuk menurunkan panas dan dapat pula sebagai obat penyakit kuning, sering digunakan…..
a. Temu lawak
b. Lempuyang
c. Kunyit
d. Jahe
17. Sebagai salah satu dari tanaman TOGA, daun belutas dapat digunakan sebagai…..
a. Penambah nafsu makan dan penyubur rambut
b. Obat mencret
c. Menurunkan panas
d. Menghilangkan bau badan
18. Menurut UU No. 9 tahun 1976 tentang Narkotika, yang termasuk dalam narkotika adalah…
a. Mogadon
b. Kokaina
c. Mentalium
d. Phenolbarbital
19. Di bawah ini merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi ketergantungan fisik pada pengguna NAPZA, kecuali….
a. Toleransi
b. Pemantangan
c. Abstinensi
d. Lingkungan
20. Dalam usaha memberantas sarang nyamuk ( PSN ), dikenal dengan cara 3M Plus, yang dimaksud dengan kata “ Plus “ adalah…….
a. Menghindari tempat sarang nyamuk
b. Menghindari tempat berkumpulnya nyamuk
c. Menghindari gigitan nyamuk
d. Memakai obat anti nyamuk
21. Salah satu contoh peranan dalam pelaksanaan PHBS di rumah tangga adalah…..
a. Mengingatkan keluarga dan teman sebaya untuk tidak merokok
b. Mengingatkan keluarga dan teman sebaya untuk tidak keluar pada malam hari
c. Mengingatkan keluarga dan teman sebaya untuk jajan hanya di kantin
d. Mengingatkan keluarga dan teman sebaya untuk makan di meja makan
22. Sekolah sehat adalah sekolah yang memenuhi 8 syarat sekolah sehat yaitu, kecuali……
a. Memasang poster kesehatan
b. Memberantas jentik di sekolah
c. Olah raga teratur di sekolah
d. Membuang sampah pada tempatnya
23. Protozoa Genus Plasmodium, adalah jenis parasit yang menyebabkan penyakit…..
a. Demam Berdarah
b. Anjing Gila
c. Malaria
d. Influenza
24. Masa inkubasi Demam Berdarah terjadi selama…..
a. 2 – 6 hari
b. 3 – 6 hari
c. 4 – 6 hari
d. 5 – 6 hari
25. Untuk mengurangi perkembangbikan nyamuk, pada penampungan air sering di beri….
a. Abate
b. Kaporit
c. Tawas
d. Oralit
26. Untuk penanganan TB Paru, penderita diberi vaksin…..
a. BCG
b. DPT
c. ADS
d. ATS
27. Ilmu yang mempelajari fall ( fungsi ) bagian dari alat / jaringan bentuk tubuh adalah…
a. Anatomi
b. Abdomen
c. Fisiologi
d. Scene Assement
28. Untuk mengetahui riwayat penderita, dalam penilaian dini dikenal dengan istilah….
a. KOMPAK
b. PATUT
c. ABC
d. RICE
29. Keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi atau ujung tulang keluar dari sendi, disebut…
a. Dislokasi
b. Strain
c. Sprain
d. Terkilir sendi
30. Denyut nadi normal pada anak berkisar antara….
a. 120 – 150 x / menit
b. 80 – 150 x / menit
c. 60 – 90 x / menit
d. 60 – 150 x / menit
Jawablah pertanyaan di bawah ini pada lembar jawaban yang telah disediakan !
1. Sebutkan 3 dari 4 pembagian sumber radiasi di dalam rumah !
Jawaban :
• Radiasi medan listrik, bersumber dari peralatan elektronik.
• Radiasi cahaya tampak : ultra violet, infra merah, bersumber dari cahaya matahari dan lampu.
• Radiasi gelombang mickro ( kerapatan daya ) yang berasal dari telepon selular
• Radiasi gas radon dan thoron yang bersumber dari tanah, air, gas elpiji dan bahan bangunan.
2. Uraikan secara singkat bagaimana terjadinya karies gigi / gigi keropos !
Jawaban :
Karies gigi disebabkan oleh plak, penyakit ini di jumpai sebagai lubang pada gigi. Jika tidak segera mendapat perawatan / di tambal, maka lambat laun seluruh mahkota gigi menjadi rusak dan patah. Gigi yang busuk karena karies gigi akan menjadi sarang kuman.
3. Jelaskan cara pembuatan obat batuk disertai pilek dengan bahan dari TOGA !
Jawaban :
Bahan : Jeruk nipis 1 buah; Minyak kayu putih; Kapur sirih.
Pembuatan : Jeruk nipis di poting dan diperas airnya ke dalan wadah, tambahkan minyak kayu putih sama banyak dan sedikit kapur sirih, aduk merata sampai diperoleh cairan seperti bubur.
Pemakaian : Di lumurkan pada leher, dada, dan punggung.
4. Sebutkan 5 dari 10 Syarat rumah tangga sehat !
Jawaban :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI ekslusif.
3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
6. Menggunakan jamban
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok dalam rumah
5. Jelaskan dan sebutkan 3 dari 4 macam cedera alat gerak !
Jawaban :
1. Patah tulang : terputusnya jaringan tulang, baik keseluruhan atau hanya sebagian.
2. Urai sendi / Dislokasi : keluarnya kepala sendi dari mangkuk sendi atau ujung tulang keluar dari sendi.
3. Terkilir otot / Stran : robeknya jaringan otot pada bagian tendon atau sambungan ototnya teregang melebihi batas normal.
4. Terkilir sendi / Sprain : robek / putusnya jaringan ikat sekitar sendi karena sendi teregang melebihi batas normal.

Senin, 05 Oktober 2009

SOSIO ANTROPOLOGI PENDIDIKAN

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa.
Potret Auguste Comte.

Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :

1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.

Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe

Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.

* Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
* Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
* Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
* Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.

Definisi Sosiologi

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.

* Pitirim Sorokin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

* Roucek dan Warren

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

* William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

* J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

* Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

* Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

* Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

* Soejono Sukamto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

* William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

* Allan Jhonson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
“ Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum ”

Pokok bahasan sosiologi

* Fakta sosial

Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

* Tindakan sosial

Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.

* Khayalan sosiologis

Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya.
Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Troubles adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan issue, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

* Realitas sosial

Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

Perkembangan sosiologi dari abad ke abad

Perkembangan pada abad pencerahan

Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.

Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.

Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.

Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan

Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.

Gejolak abad revolusi

Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniawan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas

Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.

Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :

* Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.

* Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.

* Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

Kelahiran sosiologi modern

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.

Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.

Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

Referensi

* Kamus Besar Bahasa Indonesia
* Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina, Introduction to Social Macrodynamics, Moscow: URSS, 2006. ISBN 5-484-00414-4 [1].



Pengertian

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.

Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan/ perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak diperdebatkan dan menjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang seringkali dilakukan pada pemusatan penelitan pada pendudukyang merupakan masyarakat tunggal.

Definisi Antropologi menurut para ahli

* William A. Havilan: Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
* David Hunter:Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
* Koentjaraningrat: Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Dari definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi, nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.

Sejarah

Seperti halnya sosiologi, antropologi sebagai sebuah ilmu juga mengalami tahapan-tahapan dalam perkembangannya.

Koentjaraninggrat menyusun perkembangan ilmu Antropologi menjadi empat fase sebagai berikut:

Fase Pertama (Sebelum tahun 1800-an)
Manusia dan kebudayaannya, sebagai bahan kajian Antropologi.

Sekitar abad ke-15-16, bangsa-bangsa di Eropa mulai berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia. Mulai dari Afrika, Amerika, Asia, hingga ke Australia. Dalam penjelajahannya mereka banyak menemukan hal-hal baru. Mereka juga banyak menjumpai suku-suku yang asing bagi mereka. Kisah-kisah petualangan dan penemuan mereka kemudian mereka catat di buku harian ataupun jurnal perjalanan. Mereka mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan suku-suku asing tersebut. Mulai dari ciri-ciri fisik, kebudayaan, susunan masyarakat, atau bahasa dari suku tersebut. Bahan-bahan yang berisi tentang deskripsi suku asing tersebut kemudian dikenal dengan bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa.

Bahan etnografi itu menarik perhatian pelajar-pelajar di Eropa. Kemudian, pada permulaan abad ke-19 perhatian bangsa Eropa terhadap bahan-bahan etnografi suku luar Eropa dari sudut pandang ilmiah, menjadi sangat besar. Karena itu, timbul usaha-usaha untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan etnografi.

Fase Kedua (tahun 1800-an)

Pada fase ini, bahan-bahan etnografi tersebut telah disusun menjadi karangan-karangan berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat pada saat itu. masyarakat dan kebudayaan berevolusi secara perlahan-lahan dan dalam jangka waktu yang lama. Mereka menganggap bangsa-bangsa selain Eropa sebagai bangsa-bangsa primitif yang tertinggal, dan menganggap Eropa sebagai bangsa yang tinggi kebudayaannya

Pada fase ini, Antopologi bertujuan akademis, mereka mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

Fase Ketiga (awal abad ke-20)

Pada fase ini, negara-negara di Eropa berlomba-lomba membangun koloni di benua lain seperti Asia, Amerika, Australia dan Afrika. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut, muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatan-hambatan lain. Dalam menghadapinya, pemerintahan kolonial negara Eropa berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk kemudian menaklukannya. Untuk itulah mereka mulai mempelajari bahan-bahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya, untuk kepentingan pemerintah kolonial.

Fase Keempat (setelah tahun 1930-an)

Pada fase ini, Antropologi berkembang secara pesat. Kebudayaan-kebudayaan suku bangsa asli yang di jajah bangsa Eropa, mulai hilang akibat terpengaruh kebudayaan bangsa Eropa.

Pada masa ini pula terjadi sebuah perang besar di Eropa, Perang Dunia II. Perang ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan membawa sebagian besar negara-negara di dunia kepada kehancuran total. Kehancuran itu menghasilkan kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kesengsaraan yang tak berujung.

Namun pada saat itu juga, muncul semangat nasionalisme bangsa-bangsa yang dijajah Eropa untuk keluar dari belenggu penjajahan. Sebagian dari bangsa-bangsa tersebut berhasil mereka. Namun banyak masyarakatnya yang masih memendam dendam terhadap bangsa Eropa yang telah menjajah mereka selama bertahun-tahun.

Proses-proses perubahan tersebut menyebabkan perhatian ilmu antropologi tidak lagi ditujukan kepada penduduk pedesaan di luar Eropa, tetapi juga kepada suku bangsa di daerah pedalaman Eropa seperti suku bangsa Soami, Flam dan Lapp.

Kamis, 10 September 2009

--------------------------------------------------------

10 SKK WAJIB PENGGLANG
1. SKK Penabung
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penabung untuk Siaga,
b) seluruh atau sebagian uang yang ditabung dalam buku tabungannya adalah uang yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri,
c) dapat membantu mengurus administrasi buku-buku Tabungan Pramuka di Perindukan Siaga atau di Pasukan Penggalang.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Purwa,
b) dapat menjelaskan kepada Pramuka lain cara menabung dalam bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar,
c) dapat menjelaskan kepada Pramuka lain perbedaan antara menabung di celengan dan menabung di bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menabung Tingkat Madya,
b) dapat merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sandiwara kecil atau suatu ceramah tentang menabung untuk para Pramuka atau orang lain,
c) mengerti arti beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia perbankan, misalnya rekening giro, deposito, sertifikat BI, cek, treveller cheque, dan sejenisnya.

2. SKK Gerak Jalan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan (secara cepat/lambat), start waktu berlomba gerak jalan,
b) mengerti cara mencegah dan merawat lepuh di kaki, cara beristirahat selama dan sesudah gerak jalan,
c) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk putera dan 8 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Purwa,
b) mengerti cara dan telah melakukan pengaturan nafas, langkah, dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi lomba gerak jalan umumnya
c) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 15 km untuk putera dan 12 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali,
d) mengerti cara mencegah dan merawat peserta gerak jalan yang ”hilang semangat” (collapse/flauwte), kejang (krampen), dan tersengat sinar matahari (zonnesteek).

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Madya,
b) mengerti cara dan telah membiasakan diri untuk latihan berjalan kaki setiap hari, sekurang-kurangnya 2 km,
c) mengerti cara dan telah melakukan ”langkah Pramuka” sejauh 2 km dalam waktu 14½ sampai 15½ menit, tanpa memperlihatkan nafas terengah-engah, sedikitnya dilakukan 2 kali,
d) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 25 km untuk putera dan 15 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.

3. SKK Pengamat
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan),
b) dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya,
c) dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuat penguji,
d) (1) mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang ......ada di sekitarnya, atau
(2) mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/buah- ....buahan/ sayur-sayuran yang biasa digunakan manusia dan tumbuh ....didaerahnya, atau
(3) mengetahui nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungi) yang dapat ...dimakan atau yang beracun, yang tumbuh di daerahnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Purwa,
b) dapat mengingat sedikitnya 12 dari 18 benda yang dilihatnya dalam 1 menit, misalnya barang-barang dagangan di warung, macam-macam tanaman di kebun, dan sebagainya (dilakukan 2 kali percobaan dengan benda berlainan),
c) dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 9 dari 12 macam benda yang diraba, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang dideangarnya,
d) dapat mengikuti jejak sejauh 5 km dengan menggunakan tanda jejak dan surat-surat penunjuk jalan, serta dapat mengingat kembali tiga diantara lima tempat-tempat penting yang dilewatinya, misalnya masjid/gereja, pasar, poliklinik, rumah sakit, dokter, dan lain-lain,
e) bersama seorang kawan dapat membuat laporan/tertulis tentang sesuatu kejadian/peristiwa yang dilihatnya dan berlangsung kira-kira lima menit.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Madya,
b) dapat mengingat 15 dari 20 macam benda yang dilihatnya selama 1 menit, misalnya barang-barang di toko/pasar, makanan di meja pesta, peserta suatu rapat, Pramuka dalam latihan, dan sebagainya,
c) dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan peta, kompas, dan surat-surat penunjuk jalan; sesudah sampai di tempat terakhir dapat menunjukkan dalam peta itu letak dari (sedikitnya) 3 diantara 5 tempat penting yang dilewatinya, misalnya masjid/gereja, sekolah, rumah sakit/dokter, pasar, bengkel, dan sebagainya,
d) telah mengamati sutau tempat/ruang, mendengar suara, meraba, mencium barang-barang dalam ruangan itu dalam waktu seluruhnya 5 menit, kemudian bersama dua orang kawan lainnya harus dapat melaporkan ”dugaan” tentang peristiwa yang terjadi di tempat itu, dan kira-kira 60% benar.

4. SKK Berkemah
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) sedikitnya sudah 3 kali mengikuti perkemahan sehari semalam (misalnya Perkemahan Sabtu Minggu = Persami), dan satu kali perkemahan yang lebih dari 2 malam,
b) dapat memperlihatkan cara menyusun isi kantong punggung (ransel = rugzak) dengan baik dan rapih,
c) mengetahui dan dapat mendirikan tenda regu (untuk 6 – 10 orang), dengan rapih dan benar, termasuk pemakaian simpul dan pembuatan paritnya,
d) mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya (mengatur barang dalam tenda, isi tenda dapur, barang-barang di rak piring, rak sepatu, dan lain-lain.
e) mengetahui dan dapat menjaga kebersihan perkemahan regu/sangganya, termasuk pembuatan tempat sampah basah dan sampah kering, serta membawa pulang ke rumah alat-alat dapur dan barang lainnya dalam keadaan bersih.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Berkemah Tingkat Purwa,
b) tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk perorangan dan regu/sangganya,
c) mengetahui dan dapat mengatur perkemahan regu/sangganya, yaitu:
(1) dapat menempatkan letak tenda tidur, tenda dapur, tiang jemuran rak piring, rak sepatu, tempat sampah, dan sebagainya,
(2) dapat mengatur aliran air hujan,
d) dapat mendirikan berbagai macam tenda, misalnya tenda tidur, tenda dapur, tenda makan, tenda beratap ganda (double dek), melipat serta memelihara tenda regu,
e) dapat membuat pagar, tiang jemuran, rak piring, rak sepatu dan lain-lain secara sederhana.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Berkemah Tingkat Madya,
b) tahu keperluan perlengkapan berkemah untuk pasukan/ambalan, dan peraturan serta syarat-syarat perkemahan yang baik,
c) dapat mengatur letak perkemahan regu/sangga dalam pasukan/ambalannya, termasuk menentukan letak lapangan upacara dan tempat berlatih,
d) tahu cara penentuan tempat sanitasi (tempat mandi, cuci dan kakus),
e) dapat mendirikan tenda besar dari kain terpal, atau membuat tenda darurat dari bahan yang ada di sekitarnya
f) tahu syarat perkemahan yang baik dan:
(1) dapat mencari tempat berkemah yang memenuhi syarat perkemahan,
(2) dapat mengusahakan air minum yang sehat di perkemahan,
(3) mengetahui usaha untuk mendapatkan izin orangtua, kwartir, pemerintah setempat, dan pemilik tanah, serta tempat-tempat lainnya.

5. SKK Juru Kebun
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahaan, dan 5 jenis tanaman sayur-sayuran,
b) dapat membuat dan mempergunakan pupuk kompos,
c) mengenal sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman dan tahu cara pencegahan dan pemberantasannya,
d) telah memelihara sedikitnya satu jenis tanaman hias, satu jenis tanaman buah-buahan, atau satu jenis tanaman sayur-sayuran sampai berbunga, sampai berbuah, sampai dipanen, atau sedikitnya selama 3 bulan.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Purwa,
b) mengenal berbagai macam obat pencegah dan pemberantas hama, dan dapat menggunaknnya,
c) mengenal berbagai macam pupuk dan dapat menggunakannya,
d) dapat menyemaikan, mencangkok, dan mengokulasi tanaman,
e) dapat memangkas tanaman supaya menghasilkan buah lebih banyak.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Madya,
b) tahu arti dan pentingnya bibit unggul, dan tahu di mana dapat memperolehnya,
c) tahu cara untuk memperoleh kredit untuk produksi pertanian,
d) dapat menyelenggarakan sekedar usaha perkebunan, disertai pembukuan teknis dan komersial seperlunya.

6. SKK Menjahit
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menisik kain yang robek memanjang, berlubang (kena rokok), robek menyudut (seperti mulut katak) dan menambal kain koyak,
b) dapat menjahit pakaian anak-anak/bayi, atau dapat menjahit pakaian dalam/olahraga/renang untuk diri sendiri,
c) (1) mengerti bagian-bagian mesin jahit (tangan/kaki) dan pemeliharannya, …...dan/atau
(2) mengambil usuran badan,
d) mengerti dan dapat membiuat sum biasa dan sum pinggiran (open zoom).

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Purwa,
b) dapat menjahit kemeja/bawahan seragamnya sendiri,
c) (1) mengerti dan dapat memperbaiki kerusakan ringan/kecil mesin jahit ........(tangan/kaki), dan/atau
(2) membuat pola dasar,
d) mengerti dan dapat membuat jahitan sarung dan setik balik.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Madya,
b) dapat menjahit celana panjang (pantalon, slack, dan lain-lain) untuk diri sendiri
c) dapat membuat hisan dari kain, misalnya aplikasi, lipatan hias (smock), dan lain-lain,
d) dapat memotong dan menjahit pakaian untuk wanita/pria/anak.

7. SKK Juru Masak
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat dapur dan tahu persyaratannya,
b) mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu tanpa minyak,
c) dapat menghidangkan masakan untuk 5 orang yang terdiri dari:
- nasi
- satu jenis lauk kering (goreng atau bakar, tanpa kuah)
- satu jenis hidangan pencuci mulut
- minuman teh atau kopi panas,
d) mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan,
e) pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan telah menyusun beberapa menu beserta bahan-bahan keperluannya, untuk satu regu yang berkemah selama maksimal 3 x 24 jam, dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
c) tahu cara dan dapat mengawetkan satu jenis makanan/bahan makanan,
d) dapat menghidangkan masakan untuk satu regu, yang terdiri atas:
- nasi,
- satu jenis lauk kering (tanpa kuah, goreng/rebus/bakar/kukus, dan lain-lain)
- satu jenis lauk dengan kuah (sayur),
- satu jenis hidangan pencuci mulut,
- minuman.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Madya,
b) tahu cara dan telah menyusun beberapa menu untuk keperluan perkemahan satu regu selama 6 x 24 jam (lengkap dengan keperluan peralatan dan bahan), dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
c) mengetahui nilai gizi beberapa jenis bahan makanan,
d) mengetahui cara dan dapat mengawetkan paling sedikit dua jenis makanan/bahan makanan supaya tahan selama 1 minggu.

8. SKK Pengaman Kampung/Desa
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat kentongan dan menerangkan kepada masyarakat sekitarnya tentang pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya,
b) membantu sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampung/desanya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Pengaman Kampung/Desa untuk Tingkat Purwa,
b) telah membuat laporan atau melaporkan suatu peristiwa tindak pidana yang terjadi di kampung/desanya kepada yang berwajib,
c) pernah membantu petugas keamanan dalam upacara, keramaian, pesta, aaatau di mesjid yang berada di kampung/desanya,
d) menamankan tempat aatau lokasi kejadian untuk barang bukti,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengaman Kampung/Desa Tingkat Madya,
b) pernah menjalankan latihan olahraga bela diri,
c) mengenal pokok-pokok tentang menjalankan penyelidikan dengan sidik jari,
d) mengetahui perbedaan tugas pokok polisi, jaksa dan hakim,
e) pernah membuat sketsa tentang suatu kejadian/peristiwa tindak pidana,

9. SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan luka iris, luka garuk, luka bakar/kena benda panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat/tergigit binatang berbisa, dan debu di mata,
b) mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami hilang semangat (collapse), pingsan, matisuri (schijndood), dan trersengat sinar matahari (zonnesteek),
c) mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapih: pembalut segitiga (mitella), dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis,
d) mengetahui letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian pendarahan urat nadi,
e) dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapih, dan tahu serta dapat mengangkut penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri maaupun bersama dengan teman,
f) mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling),
g) mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan,
h) mengetahui nama, alamat, nomor tilpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit, dan dokter setempat,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan untuk Tingkat Purwa,
b) sebagai seorang anggota regu penolong (bukan pemimpin) yang terdiri atas 4 atau 5 orang, melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (tiruan) yang dibuat oleh penguji, secara terperinci, tepat, dan cepat sesuai dengan aturan PPPk (perlu diperhatikan keterangannya, kecepatan, kerjasama, dan lain-lain),
c) mengetahui cara dan dapat menyampaikan secara lisan, tertulis atau melalui tilpon (kepada dokter, rumahsakit, polisi aatau keluarganya),
d) mengetahui cara dan dapat melakukan dengan baik cara-cara pernafasan tiruan,
e) mengetahui cara dan dapat mengangkut penderita melaui rintangan-rintangan (gang sempit, melalui kolong, menyeberang parit, melewati pagar/tembok, naik turun tangga, dan lain-lain) dengan atau tanpa tandu,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Pertolongaan Pertama Pada Kecelakaan Tingkat Madya,
b) mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan berbagai macam patah tulang terbuka atau tertutup (fractura complicata dan incomplicata), juga rahang atau lutut meleset,
c) mengetahui cara dan dapat memberi pertolongan kepada orang yang mengalami pendarahan dalam tubuh (interne bloedingen),
d) dapat memperhatikan cara-cara bertindak apabila ada dugaan keracunan dan gegar otak,
e) dapat dan tahun cara menolong orang tenggelam, terbenam/tertimbun, kena aliran listrik, dan shock/gugat,
f) pernah memimpin satu regu penolong paada kecelakaan (sungguh-sungguh atau tiruan),

SYARAT-SYARAT TANDA KECAKAPAN KHUSUS (SKK) PENGGALANG

1. SKK Sholat
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menjalankan tayamum dan mandinya,
b) memahami syarat-syarat, rukun, dan yang membatalkan sholat.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Sholat Tingkat Purwa,
b) mengerti surat-surat yang dibaca dalam sholat,
c) mengerti bacaan-bacaan sunnah dalam sholat,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Sholat Tingkat Madya,
b) mengerjakan sholat Jumat, sholat dalam perjalanan, dan sholat jenasah,
c) mengerjakan sholat sunnah, rawatib, sholat Idul Fitri dan Idul Adha, serta menyelenggarakan zikir dan doa sesudah sholat fardhu.

2. SKK Khotib
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu dan dapat melaksanakan syarat dan rukun khotib,
b) dapat berkhotbah dengan sopan dan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh umum.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Khotib Tingkat Purwa,
b) pernah menjadi khotib sekurang-kurangnya 4 kali,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Khotib Tingkat Madya,
b) dapat berkhotbah di hadapan masa sedikitnya 40 orang sekurang-kurangnya 4 kali,
c) faham akan sunnah dan sejarah khotbah.


3. SKK Qori
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah membaca Al-Qur’an juz 1 sampai dengan juz 10,
b) faham akan tajwid dan mahroj dalam membaca Al-Qur’an.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Qori Tingkat Purwa,
b) telah membaca Al-Qur’an sampai juz 20,
c) dapat membaca surat dalam Al-Qur’an,
d) memahami apa yang dibaca dengan menggunakan tafsir bahasa Indonesia.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Qori Tingkat Madya,
b) telah membaca Al-Qur’an tamat 30 juz,
c) faham akan sejarah Al-Qur’an.

4. SKK Muadzin
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) faham akan arti lafal adzan,
b) dapat menyerukan adzan dengan lagu dan suara keras dan merdu,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Muadzin Tingkat Purwa,
b) dapat menyerukan adzan dengan dua macam lagu,
c) menjadi muadzin di tempat tinggalnya, sedikitnya selama satu bulan,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Qori Tingkat Madya,
b) faham akan sejarah fadhilah (keutamaan dan hukum menyerukan adzan),
c) menjadi muadzin di tempat tinggalnya sedikitnya selama 3 bulan.

5. SKK Penabung
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penabung untuk Siaga,
b) seluruh atau sebagian uang yang ditabung dalam buku tabungannya adalah uang yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri,
c) dapat membantu mengurus administrasi buku-buku Tabungan Pramuka di Perindukan Siaga atau di Pasukan Penggalang.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penabung Tingkat Purwa,
b) dapat menjelaskan kepada Pramuka lain cara menabung dalam bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar,
c) dapat menjelaskan kepada Pramuka lain perbedaan antara menabung di celengan dan menabung di bank lewat Tabanas, buku Tabungan Pramuka atau buku Tabungan Pelajar.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menabung Tingkat Madya,
b) dapat merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sandiwara kecil atau suatu ceramah tentang menabung untuk para Pramuka atau orang lain,
c) mengerti arti beberapa istilah yang biasa digunakan dalam dunia perbankan, misalnya rekening giro, deposito, sertifikat BI, cek, treveller cheque, dan sejenisnya.

II. SYARAT-SYARAT TANDA KECAKAPAN KHUSUS (SKK) BIDANG PATRIOTISME DAN SENI BUDAYA

2. SKK Pengatur Rumah
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mengatur isi dan menghias suatu ruangan secara sederhana, tetapi berseni (artistik), dengan memperhatikan komposisi, bentuk dan warna ruang tamu, ruang tidur, ruang belajar, ruang makan, ruang tunggu, atau ruang lainnya,
b) dapat membuat sedikitnya dua macam hiasan sederhana dari barang-barang yang ada di sekitanya, misalnya dengan menggunakan bunga kebun, kertas, batu, buah-buahan, tanaman, dahan-dahan, atau bahan lainnya,
c) mengerti cara mengatur lampu penerangan dan peredaran udara (ventilasi).

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengatur Ruangan Tingkat Purwa,
b) dapat mengatur dan menghias ruangan untuk:
(1) rapat, pertemuan atau konperensi,
(2) perayaan sekolah, kampung, masjid atau gereja, dan lain-lain,
(3) ruang istirahat, ruang rekreasi, operation room, dan lain-lain,
c) (1) dapat merangkai bunga untuk meja tamu, pesta, kematian, atau penghargaan kepada orang lain, dan lain-lain, atau
(2) dapat membuat sedikitnya tiga macam benda hiasan, misalnya dengan menggunakan bambu, tempayan, payung, jamur, tempurung, sabut atau kayu, dan sejenisnya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengatur Rumah Tingkat Madya,
b) dapat mengatur dan menghias:
(1) ruangan tamu pada perhelatan pernikahan atau khitanan,
(2) ruang pengantin atau khitanan,
(3) kursi mempelai atau panggung,
dengan memperhatikan keadaan ruang, jumlah undangan, jalan untuk tamu dan pembawa konsumsi, tempat pidato, tempat pertunjukan kesenian, dan lain-lain,
c) dapat memelihara dan membersihkan perabot rumahtangga supaya tahan lama dan kelihatan tetap baru, misalnya meja kursi, patung, lemari, barang-barang dari logam, gelas atau kaca, dan lain-lain,
d) dapat mengatur dan mengubah ruangan pameran (etalage) sesuai dengan keadaan dan kebutuhan pada saat itu, misalnya pada peringatan 17 Agustus, pada hari ulang tahun, peringatan natal, hari raya Idul Fitri, dan lain-lain.

3. SKK Pengatur Meja Makan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menyiapkan tempat dan menghidangkan jamuan minum the panas dengan kue ala kadarnya,
b) dapat menyiapkan meja untuk menghidangkan makan pagi dengan nasi atau roti secara Eropa, dan tahu cara pengguaan sendok, garpu dan pisau pada makan pagi,
c) tahu dan dapat melipat serbet makan dengan bermacam cara,
d) tahu sopan santun makan dan penyajikan makanan.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengatur Meja Makan Tingkat Purwa,
b) dapat menyiapkan dan menghidangkan minuman dingin, misalnya es sirop, es cendol, es kelapa muda/kopyor, es alpukat, es buah, dan sejenisnya,
c) dapat menyiapkan tempat dan meja untuk jamuan makan siang atau makan malam dengan mengingat keadaan tempat dan jumlah anggota keluarga,
d) tahu guna dan dapat mengatur macam-macam alat makan, seperti piring, mangkuk, sendok, garpu, pisau, dan sejenisnya, dengan bermacam ukuran dan bentuk,
e) mengatur dan menyiapkan makan untuk orang sakit (di meja atau baki/talam/ nampan).

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengatur Meja Makan Tingkat Madya,
b) dapat menyiapkan dan menghidangkan minuman khas Indonesia, misalnya bajigur, sekoteng, serbat/ronde, jahe, cerme, minuman tape, sempelak, dan sejenisnya,
c) (1) dapat menyiapkan tempat dan meja secara Amerika untuk menghidangkan makan siang atau makan malam, atau
(2) dapat menyiapkan tempat dan meja untuk menghidangkan makan untuk pesta makan prasmanan atau pesta kebun,

4. SKK Pemimpin Menyanyi (Dirigen/Conductor)
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membaca not angka dan tahu tanda-tanda serta istilah not angka,
b) dapat menyanyikan dua buah lagu nasional/daerah dan dua buah lagu Pramuka, baik notasi maupun kata-katanya,
c) dapat memimpin regunya untuk menyanyikan:
(1) lagu Indonesia Raya,
(2) dua buah lagu nasional/daerahnya, dan
(3) dua buah lagu Pramuka,
d) mengerti cara pemberian aba atau tanda birama dengan tangan untuk lagu-lagu yang sederhana.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemimpin Menyanyi Tingkat Purwa,
b) dapat memimpin pasukan/ambalannya untuk menyanyikan beberapa buah lagu nasional, daerah atau lagu Pramuka, yang menggunakan suara pertama (eerste stem) dan suara kedua (twede stem),
c) dapat memberi tanda birama, keras, lemah, dan cepat lambatnya (tempo) menyanyikan sebuah lagu dengan menggunakan tangan,
d) dapat mencari nada dasar lagu dengan garpu tala (stemvork) dan/atau peluit nada (stemfluit).

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemimpin Menyanyi Tingkat Madya,
b) dapat memimpin suatu kelompok paduan suara yang terdiri atas sedikitnya 40 orang penyanyi dari empat jenis suara (sopran, alto, tenor dan bas), untuk menyanyikan beberapa buah lagu nasional, daerah atau lagu Pramuka,
c) dapat mencari nada suara dengan berbagai alat musik, dan menguasai tangga nada,
d) dapat membaca not balok (notenbalk) dan tanda-tanda/istilah not balok.

5. SKK Penyanyi
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membaca not angka dan tahu tanda-tanda serta istilah not angka,
b) dapat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (3 bait), 3 lagu Indonesia lainnya, dan 3 lagu Pramuka,
c) dapat menyanyikan sebuah lagu, baik suara pertama maupun suara keduanya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penyanyi Tingkat Purwa,
b) dapat membaca dan menuliskan not angka, dengan menggunakan tanda-tanda dan istilah-istilah not angka,
c) dapat menyanyikan:
- 3 buah lagu Indonesia (lagu lama/klasik atau lagu baru/populer, baik secara perseorangan/solo, maupun dalam paduan suara/koor),
- 3 buah lagu Pramuka, dan
- 3 buah lagu daerahnya sendiri,
d) dapat mencari nada suara dengan garpu tala (stemvork) atau peluit nada (stemfluit) dan menggunakannya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penyanyi Tingkat Madya,
b) dapat menyanyikan:
- 3 buah lagu Indonesia (jenis lagu mayor, lagu minor, baik secara perseorangan/ solo, maupun dalam paduan suara/koor),
- 3 buah lagu Pramuka (satu diantaranya lagu asing/luarnegeri),
- 3 buah lagu daerahnya sendiri,
c) dapat membaca not balok (notenbalk) dan tanda-tanda/istilah not balok,
d) dapat mengubah/aransemen suara kedua (tweede stem) dari sebuah lagu Indonesia.

6. SKK Pelukis
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal sekedarnya tentang sedikitnya seorang pelukis Indonesia yang sudah terkenal,
b) dapat melukis dua buah lukisan yang dipilihnya secara bebas, dari tiga macam keadaan/lukisan tentang:
(1) pemandangan,
(2) benda mati,
(3) tanaman, manusia atau hewan,
yang dilakukannya dengan mengkhayal, atau menyalin, atau membuat sketsa dari keadaan tersebut di atas yang dilihatnya.
c) (1) tahu kegunaan dan dapat menggunakan sedikitnya satu macam bahan untuk melukis, misalnya berbagai macam pinsil, arang, cat air, cat minyak, kapur, dan sejenisnya, atau
(2) dapat menggunakan alat-alat melukis, seperti palet, macam-macam kuas, mistar, kapas, dan lain-lain,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pelukis Tingkat Purwa,
b) mengenal sekedarnya tentang sedikitnya seorang pelukis terkenal di dunia,
c) (1) dapat melukis barang nyata atau mencipta dari khayalannya di atas kertas atau bahan lain berukuran lebar lebih kurang 20 cm, dan panjang lebih kurang 30 cm, dan
(2) dapat menggunakan sedikitnya dua macam bahan untuk melukis, misalnya kapur berwarna, cat air, cat minyak, dan lain-lain,
d) mengerti dan dapat memberi keterangan sekedarnya tentang perbedaan gambar datar (dekoratif ornamen) dengan gambar tiga dimanesi, atau dengan gambar lukisan aliran naturalis, abstrak, kubisme, dan sejenisnya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pelukis Tingkat Madya,
b) dapat membuat sedikitnya dua buah lukisan datar (ornamen) dengan bentuk benda yang distilir (gestileerd), atau lukisan tida dimensi, atau lukisan abstrak, atau lukisan menurut aliran lainnya,
c) dapat melukis sedikitnya dua buah lukisan, diantara hal-hal sebagai berikut:
(1) lukisan pada Kartu Lebaran, Kartu Natal, Kartu Ucapan Selamat, Kartu Undangan atau kartu lainnya,
(2) lukisan/ilustrasi di majalh, surat kabar, reklame, iklan, poster, dan lain-lain,
(3) gambar-gambar kurikulum,
(4) gambar-gambar vignet,
c) dapat melukis dengan menggunakan sisir dan sikat (spatwerk), atau dengan lem kanji (lem tepung tapioka), atau dengan kertas marmer (kertas berwarna), atau dengan bahan-bahan lainnya,
d) telah menyelenggarakan pameran lukisan, baik secara perorangan maupun secara beregu (berkelompok), baik untuk dilihat oleh anggota Gerakan Pramuka sendiri atau oleh rekan satu sekolah saja, maupun untuk dilihat umum, sedikitnya dua kali.

7. SKK Juru Gambar
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menggunakan dengan baik alat-alat untuk menggambar, misalnya pinsil, karet penghapus, mistar, jangka, busur derajat, dan lain-lain,
b) dapat menggambar benda dalam bentuk gambar datar (dua dimensi) atau tiga dimensi, sedikitnya dua buah gambar yang diberi warna dengan cat air atau di arsir dengan garis sejajar,
c) mengerti tanda-tanda dan dapat memilih serta menggunakan dengan tepat:
(1) macam-macam pinsil (misalnya H, 2H, HB, 2B, dan sejenisnya),
(2) macam-macam kuas.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Gambar Tingkat Purwa,
b) dapat menggunakan dengan baik dan tepat:
(1) pena redis, rapido, atau trekpen untuk menggambar berbagai ukuran tebal garis,
(2) papan/meja gambar, mistar panjang, dan mistar segitiga,
c) dapat menggambar benda dengan proyeksi ortogonal (tegak lurus), secara Eropa atau Amerika,
d) dapat menggambar rebahan dari benda, dan penampang datar atau penampang tegak pada potongan/irisan tertentu,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Gambar Tingkat Madya,
b) dapat menggunakan dengan baik mal gambar (tekenmal) untuk menggambar elips, oval, atau garis lengkung,
c) dapat menggambar benda dengan menggunakan proyeksi simetris dan perbandingan ukuran tertentu,
d) (1) dapat menggambar proyeksi ortogonal irisan bidang miring pada sebuag benda, dan mencari luas sesungguhnya dari irisan itu, atau
(2) dapat menggambarkan cara membuka/mengupas kulit dari benda tertentu.

7. SKK Mengarang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal sekedarnya nama dan karya sedikitnya seorang dari dua diantara tiga kelompok di bawah ini:
(1) Pujangga Baru,
(2) Angkatan 45,
(3) Angkatan Mutakhir,
b) dapat menyusun karangan berbentuk prosa, dengan judul yang ditentukan sendiri, sebanyak 1-2 halaman ketik folio (spasi ganda), atau antara 200 – 300 patah kata (karangan dapat pula ditulis dengan tangan),
c) dapat menyusun/mengarang salah satu diantara pantun atau soneta.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Mengarang Tingkat Purwa,
b) dapat menyusun sebuah karangan berbentuk cerita pendek atau laporan,
c) mengenal ciri dan dapat membuat salah satu di antara:
(1) prosa liris,
(2) pantun,
(3) syair/sajak.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Mengarang Tingkat Madya,
b) (1) dapat menyusun sebuah sajak,
(2) dapat menyusun dua buah karangan yang dipilihnya di antara jenis:
- novel,
- cerita pendek,
- essay,
- kritik,
- laporan kerja,
- pengetahuan populer,
c) dapat menyusun sinopsis sebuah sandiwara sederhana.



III. SYARAT-SYARAT TANDA KECAKAPAN KHUSUS (SKK) BIDANG KETANGKASAN DAN KESEHATAN

1. SKK Gerak Jalan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengerti cara dan telah melakukan dengan baik, sikap berdiri, berjalan (secara cepat/lambat), start waktu berlomba gerak jalan,
b) mengerti cara mencegah dan merawat lepuh di kaki, cara beristirahat selama dan sesudah gerak jalan,
c) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 10 km untuk putera dan 8 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Purwa,
b) mengerti cara dan telah melakukan pengaturan nafas, langkah, dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi lomba gerak jalan umumnya
c) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 15 km untuk putera dan 12 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali,
d) mengerti cara mencegah dan merawat peserta gerak jalan yang ”hilang semangat” (collapse/flauwte), kejang (krampen), dan tersengat sinar matahari (zonnesteek).

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Gerak Jalan Tingkat Madya,
b) mengerti cara dan telah membiasakan diri untuk latihan berjalan kaki setiap hari, sekurang-kurangnya 2 km,
c) mengerti cara dan telah melakukan ”langkah Pramuka” sejauh 2 km dalam waktu 14½ sampai 15½ menit, tanpa memperlihatkan nafas terengah-engah, sedikitnya dilakukan 2 kali,
d) pernah mengikuti gerak jalan secara berkelompok atau perorangan sejauh 25 km untuk putera dan 15 km untuk puteri, dan dilakukan sedikitnya 2 kali.

2. SKK Pengamat
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mengingat 10 dari 15 macam benda yang dilihatnya dalam 1 menit (dilakukan dua kali percobaan dengan benda-benda yang berlainan),
b) dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 7 dari 10 macam benda yang dirabanya, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang didengarnya,
c) dapat mengikuti jejak sejauh 3 km, dengan menggunakan tanda jejak sederhana dari bahan alam sekitarnya, dan dapat mencatat sedikitnya 70% dari seluruh tanda yang dibuat penguji,
d) (1) mengetahui dan mencatat cara dan kebiasaan hidup jenis binatang yang ada di sekitarnya, atau
(2) mengetahui nama dan mengenal 10 macam tumbuh-tumbuhan/buah-buahan/ sayur-sayuran yang biasa digunakan manusia dan tumbuh didaerahnya, atau
(3) mengetahui nama dan mengenal beberapa macam jamur (fungi) yang dapat dimakan atau yang beracun, yang tumbuh di daerahnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Purwa,
b) dapat mengingat sedikitnya 12 dari 18 benda yang dilihatnya dalam 1 menit, misalnya barang-barang dagangan di warung, macam-macam tanaman di kebun, dan sebagainya (dilakukan 2 kali percobaan dengan benda berlainan),
c) dapat mengenal dan mengingat sedikitnya 9 dari 12 macam benda yang diraba, dicium, dikecap dengan lidah, dan suara yang dideangarnya,
d) dapat mengikuti jejak sejauh 5 km dengan menggunakan tanda jejak dan surat-surat penunjuk jalan, serta dapat mengingat kembali tiga diantara lima tempat-tempat penting yang dilewatinya, misalnya masjid/gereja, pasar, poliklinik, rumah sakit, dokter, dan lain-lain,
e) bersama seorang kawan dapat membuat laporan/tertulis tentang sesuatu kejadian/peristiwa yang dilihatnya dan berlangsung kira-kira lima menit.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Madya,
b) dapat mengingat 15 dari 20 macam benda yang dilihatnya selama 1 menit, misalnya barang-barang di toko/pasar, makanan di meja pesta, peserta suatu rapat, Pramuka dalam latihan, dan sebagainya,
c) dapat mengikuti jejak sejauh 5 km, dengan menggunakan peta, kompas, dan surat-surat penunjuk jalan; sesudah sampai di tempat terakhir dapat menunjukkan dalam peta itu letak dari (sedikitnya) 3 diantara 5 tempat penting yang dilewatinya, misalnya masjid/gereja, sekolah, rumah sakit/dokter, pasar, bengkel, dan sebagainya,
d) telah mengamati sutau tempat/ruang, mendengar suara, meraba, mencium barang-barang dalam ruangan itu dalam waktu seluruhnya 5 menit, kemudian bersama dua orang kawan lainnya harus dapat melaporkan ”dugaan” tentang peristiwa yang terjadi di tempat itu, dan kira-kira 60% benar.

3. SKK Penyelidik
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat memperlihatkan kecakapannya menyembunyikan diri atau menyamar secara sederhana, sehingga sukar dikenali orang (camouflage),
b) mempunyai catatan/bukti bahwa ia telah:
(1) mengetahui cara dan kebiasaan hidup dari satu jenis/macam binatang, atau
(2) mengenal sedikitnya 2 macam tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain, baik yang berguna maupun yang merusak/beracun bagi manusia/hewan, atau
(3) mengenal 2 macam jamur yang dapat dimakan orang atau yang beracun dan tahu bahaya, pencegahan dan pengobatan atas keracunan itu,
c) dapat mengenali dua orang teman/pembina/pengujinya yang menyamar ditengah orang banyak, dan dapat memberikan laporan tentang keadaan dan kegiatan yang dilakukan orang itu selama lebih kurang 10 menit yang dilihatnya dari jarak tertentu,
d) dapat memperlihatkan kecakapannya mengikuti (membayangi), merunduk, atau merayap (dengan salah satu gaya merayap sesuai dengan tempatnya), melalui jarak lebih kurang 300 meter, mendekati penguji/orang lain di tempat tertentu secara diam-diam, tanpa terlihat dan terdengar.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengamat Tingkat Purwa,
b) dapat memperlihatkan kecakapannya menyamar sesuai dengan tempatnya, dengan mempergunakan benda-benda/bayangan-bayangan untuk tempat persembunyian-nya,
c) (1) dapat mendekati dan mengikuti (membayangi) penguji atau orang lain di tempat tertentu,
- dengan berbagai cara menurut keadaan setempat,
- dimulai dari jarak lebih kurang 500 meter sampai dekat tanpa diketahui atau disadari penguji/orang lain tersebut,
- dilakukan pada siang hari,
- melintasi jalan raya dan gang/lorong-lorong, serta bangunan-bangunan dan tanah lapang,
- bila mungkin dengan cuaca yang berlainan (panas, hujan, kabut, dan lain-lain),
- dan melaporkan keadaan atau kegiatan orang yang diikuti/dibayanginya, atau
(2) dapat merunduk atau merayap mendekati penguji/orang lain di tempat tertentu,
- dilakukan dengan berbagai cara menurut keadaan setempat,
- melintasi jarak 500 meter sampai dekat dengan penguji/orang lain tersebut dengan tanpa dilihat dan didengar oleh penguji/orang lain tersebut,
- dilakukan pada siang hari,
- melalui tanah lapang, bukit, daerah dengan pohon-pohon/batu-batu/bangunan-bangunan,
- dengan bermacam-macam latar belakang (background), misalnya langit. Terang, gunung, kebun, atau hutan,
- dan melaporkan keadaan atau kegiatan orang yang diintai itu,
d) (1) telah membuat catatan hasil pengamatannya atas empat jenis tanaman, termasuk pembuatan herbarium atau gambar sketsa atau foto tentang bagian tanaman itu, atau
(2) telah membuat catatan hasil pengamatannya atas 4 jenis binatang, termasuk pembuatan gambar sketsa atau foto tentang kehidupan binatang itu.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penyelidik Tingkat Madya,
b) dapat memperlihatkan kecakapannya menyamar dengan memperlihatkan adanya angin, air sungai/kolam, pohon/batu/bangunan, cahaya terang, bayang-bayang dan sebagainya, dan dapat membekukan dirinya dalam 2 menit (tetap bernafas) serta melakukan gerakan perlahan-lahan sekali (gerak meleleh es), sehingga sukar dikenal orang,
c) sama dengan syarat nomor c) (1) dan (2) pada SKK Penyelidik Tingkat Madya di atas, tetapi dilakukan pada malam hari, dengan keringanan-keringanan sesuai dengan keadaan tempat, cuaca, dan suasana malam hari,
d) telah membuat catatan hasil pengamatannya atas sedikitnya dua jenis tanaman atau binatang liar (yang tidak biasa dipelihara manusia), termasuk pembuatan herbarium atau gambar sketsa atau foto tentang bagian tanaman atau kehidupan binatang itu.

4. SKK Perenang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) berenang sejauh 15 meter, dengan berpakaian seragam, dan melepaskan pakaian-nya dalam air (dengan kaki tanpa menyentuh dasar),
b) berenang gaya punggung sejauh 20 meter, gaya samping/gaya bebas sejauh 20 meter, secara berturut-turut sehingga jarak yang ditempuh berjumlah 60 meter,
c) menyelam dalam air, dan mengambil benda di dasar sedalam tidak lebih dari 2 meter,
d) terjun dengan baik dari tepi kolam renang.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perenang Tingkat Purwa,
b) berenang sejauh 20 meter dengan pakaian seragam, serta melepaskan pakaiannya dalam air, dengan kaki tanpa mengenai dasar,
c) mengapung di atas punggung atau dengan gerakan tangan/kaki, selama sedikitnya 40 detik dalam air tawar atau 45 detik dalam air asin,
d) berenang dengan gaya punggung sejauh 25 meter, gaya katak sejauh 25 meter, dan gaya bebas sejauh 25 meter, secara berturut-turut, sehingga jarak tempuh seluruhnya berjumlah 75 meter, atau jarak itu ditempuh dengan satu macam gaya saja,
e) menyelam dan mengambil benda di dasar kolam renang sedalam 3 meter.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perenang Tingkat Madya,
b) berenang dengan gaya punggung sejauh 50 meter, gaya katak sejauh 50 meter, dan gaya bebas sejauh 50 meter, secara berturut-turut, sehingga jarak tempuh seluruhnya berjumlah 150 meter, atau jarak itu ditempuh dengan satu macam gaya saja,
c) berenang menyelam selama 60 detik, dengan kaki tanpa mengenai dasar,
d) berenang mengapung selama 3 menit di air tawar atau 5 menit di air asin, dengan kaki tanpa mengenai dasar,
e) berenang sejauh 200 meter, dengan beberapa macam gaya menurut pilihannya,
f) terjun lomba dari tepian dan loncat dari papan loncat setinggi 3 meter dengan beberapa cara.

5. SKK Juru Layar
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat berenang dan menggunakan alat-alat keselamatan,
b) memahami bagian-bagian perahu dan bagian-bagian layar dan dengan aktif dapat memasang sendiri setiap bagian perahu dan layar yang siap untuk berlayar,
c) memahami cara perawatan ringan dari perahu dan layar, misalnya membersihkan dari minyak, menjemur layar, dan sejenisnya,
d) dapat mendayung sehingga perahu bergerak dengan terkemudi/terarah dengan tepat. Dan memahami tali-temali,
e) dapat mengemudikan perahu dengan baik,
f) memahami arah angin, dan dapat menceritakan bagaimana kapal itu dapat berlayar dengan angin-angin tertentu,
g) memahami tanda-tanda pelayaran yang ringan atau banyak dikenal.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Layar Tingkat Purwa,
b) telah mengikuti dengan aktif latihan-latihan layar,
c) memahami navigasi ringan, dan dapat menggunakan alat-alat navigasi yang sederhana, misalnya kompas, stopwatch, baringan, dan sejenisnya,
d) memahami setiap lalu-lintas pelayaran rakyat yang berada di daerahnya masing-masing, dan dapat menceritakan dengan jelas,
e) menguasai perbaikan perahu/layar, misalnya akal, mengorek tiram, menjahit layar, dan sejenisnya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Layar Tingkat Madya,
b) aktif dalam misi-misi pelayaran daerah yang membaktikan diri untuk angkutan masyarakat setempat,
c) dapat menggambarkan batas-batas wilayah cabangnya, bidang-bidang lautnya, dan mengetahui dengan baik,
d) dapat membaca peta, mengetahui waktu-waktu perubahan angin di daerahnya, termasuk masa-masa pasang-surut,
e) memahami peraturan olahraga layar nasional/Peropi dan dapat melaksanakan dengan baik,
f) mempunyai dua karya untuk TKK Juru Layar,
g) membuat kertas kerja mengenai pelayaran di Indonesia, mengenai jalur lalu-lintas ekonomi, dengan muatannya untuk seluruh Indonesia, yang menuju ke daerah masing-masing termasuk kapal bukan layar Indonesia/asing.

6. SKK Juru Selam
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mempunyai kondisi badan/kesehatan yang baik (keterangan dokter),
b) pandai berenang dengan sedikitnya salah satu gaya renang,
c) tahan menyelam tanpa mempergunakan bantuan peralatan selama 45 detik,
d) dapat mempergunakan alat snorkel (yang digunakan di mulut) untuk berenang sejauh 50 meter,
e) tahan masuk ruang tekan dengan tekanan 1 atmosfer.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Selam Tingkat Purwa,
b) masih mempunyai konsidi badan/kesehatan yang baik (surat keterangan dokter),
c) pandai berenang sedikitnya dua macam gaya renang,
d) tahan menyelam tanpa bantuan alat, selama 1½ menit,
e) tahan berenang dengan menggunakan snorkel dengan jarak 100 meter,
f) tahan masuk ruangan tekan dengan tekanan 1½ atmosfer,
g) dapat menggunakan alat selam ringan termasuk:
(1) akualung,
(2) isam,
(3) dan alat lain yang masih termasuk alat selam ringan,
h) dapat menyelam dalam air laut sedalam 10 meter.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Selam Tingkat Madya,
b) masih mempunyai kondisi badan/kesehatan yang baik,
c) tahan menyelam dalam waktu dua menit tanpa menggunakan alat,
d) mahir menyelam dengan segala alat selam ringan:
alat selam sekulatir terbuka (akualung),
alat selam sekulatir tertutup,
dapat menyelam sedalam 20 meter dalam air laut,
e) tahan masuk ruangan tekan dengan tekanan 2 atmosfer,
f) dapat menyelam dengan alat selam berat (klomik) sehingga mencapai kedalaman 12 meter dalam air laut.

5. SKK Juru Layar
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat berenang dan menggunakan alat-alat keselamatan,
b) memahami bagian-bagian perahu dan bagian-bagian layar dan dengan aktif dapat memasang sendiri setiap bagian perahu dan layar yang siap untuk berlayar,
c) memahami cara perawatan ringan dari perahu dan layar, misalnya membersihkan dari minyak, menjemur layar, dan sejenisnya,
d) dapat mendayung sehingga perahu bergerak dengan terkemudi/terarah dengan tepat. Dan memahami tali-temali,
e) dapat mengemudikan perahu dengan baik,
f) memahami arah angin, dan dapat menceritakan bagaimana kapal itu dapat berlayar dengan angin-angin tertentu,
g) memahami tanda-tanda pelayaran yang ringan atau banyak dikenal.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Layar Tingkat Purwa,
b) telah mengikuti dengan aktif latihan-latihan layar,
c) memahami navigasi ringan, dan dapat menggunakan alat-alat navigasi yang sederhana, misalnya kompas, stopwatch, baringan, dan sejenisnya,
d) memahami setiap lalu-lintas pelayaran rakyat yang berada di daerahnya masing-masing, dan dapat menceritakan dengan jelas,
e) menguasai perbaikan perahu/layar, misalnya akal, mengorek tiram, menjahit layar, dan sejenisnya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Layar Tingkat Madya,
b) aktif dalam misi-misi pelayaran daerah yang membaktikan diri untuk angkutan masyarakat setempat,
c) dapat menggambarkan batas-batas wilayah cabangnya, bidang-bidang lautnya, dan mengetahui dengan baik,
d) dapat membaca peta, mengetahui waktu-waktu perubahan angin di daerahnya, termasuk masa-masa pasang-surut,
e) memahami peraturan olahraga layar nasional/Peropi dan dapat melaksanakan dengan baik,
f) mempunyai dua karya untuk TKK Juru Layar,
g) membuat kertas kerja mengenai pelayaran di Indonesia, mengenai jalur lalu-lintas ekonomi, dengan muatannya untuk seluruh Indonesia, yang menuju ke daerah masing-masing termasuk kapal bukan layar Indonesia/asing.

7. SKK Pendayung
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat berenang dan menggunakan pelampung,
b) menguasai teknik mendayung dan mengemudikan perahu/sampan,
c) memahami setiap gerak dari mulai perhau di darat sampai berada di air, siap untuk bergerak,
d) dapat mendekatkan/merapatkan perahu ke kapal, atau berlabuh dengan baik,
e) memahami simpul-simpul tali-temali dengan baik dan dapat menggunakannya untuk menghela perahu, serta menambatkan perahu dan kapal di tepian.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pendayung Tingkat Purwa,
b) dapat menggerakkan perahu dengan memperhitungkan arah arus dan angin,
c) dapat menggunakan jangkar untuk menolong sesuatu/diri sendiri,
d) tahu cara dan dapat memberi muatan perahu (barang atau orang),
e) memahami setiap bahaya dari benturan/gesekan dengan karang, baik dari tanda-tanda/bendera-bendera yang dipasang maupun yang tidak dipasang.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pendayung Tingkat Madya,
b) memahami perlengkapan perahu/alat-alat penolong, perawatan/perbaikan dan penggunaannya, terutama bila sewaktu-waktu timbul bahaya,
c) tahu syarat-syarat keamanan/pelanggaran pelayaran (aanvaringsreglement),
d) memahami teknik mendayung perahu, sampan, sekoci, kano, dengan aba-abanya,
e) dapat memimpin beberapa Pramuka untuk mendayung sampat/perahu, dan memberikan penghormatan dengan dayng perahu,
f) tahu peraturan-peraturan pertandingan dan staf kerjanya (misalnya juri), sampai memasang rambu/lintasan/sertifikat dari Peropi,
g) mendalami kualitas perahu (yang ada di Indonesia/luar negeri), misalnya perahu terbuat dari kayu jati, fiberglass, dan sejenisnya sehingga dapat mengetahui cara perawatannya dengan baik.

7. SKK Pendayung
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat berenang dan menggunakan pelampung,
b) menguasai teknik mendayung dan mengemudikan perahu/sampan,
c) memahami setiap gerak dari mulai perhau di darat sampai berada di air, siap untuk bergerak,
d) dapat mendekatkan/merapatkan perahu ke kapal, atau berlabuh dengan baik,
e) memahami simpul-simpul tali-temali dengan baik dan dapat menggunakannya untuk menghela perahu, serta menambatkan perahu dan kapal di tepian.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pendayung Tingkat Purwa,
b) dapat menggerakkan perahu dengan memperhitungkan arah arus dan angin,
c) dapat menggunakan jangkar untuk menolong sesuatu/diri sendiri,
d) tahu cara dan dapat memberi muatan perahu (barang atau orang),
e) memahami setiap bahaya dari benturan/gesekan dengan karang, baik dari tanda-tanda/bendera-bendera yang dipasang maupun yang tidak dipasang.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pendayung Tingkat Madya,
b) memahami perlengkapan perahu/alat-alat penolong, perawatan/perbaikan dan penggunaannya, terutama bila sewaktu-waktu timbul bahaya,
c) tahu syarat-syarat keamanan/pelanggaran pelayaran (aanvaringsreglement),
d) memahami teknik mendayung perahu, sampan, sekoci, kano, dengan aba-abanya,
e) dapat memimpin beberapa Pramuka untuk mendayung sampat/perahu, dan memberikan penghormatan dengan dayng perahu,
f) tahu peraturan-peraturan pertandingan dan staf kerjanya (misalnya juri), sampai memasang rambu/lintasan/sertifikat dari Peropi,
g) mendalami kualitas perahu (yang ada di Indonesia/luar negeri), misalnya perahu terbuat dari kayu jati, fiberglass, dan sejenisnya sehingga dapat mengetahui cara perawatannya dengan baik.

8. SKK Ski Air
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal alat-alat dan perlengkapan ski air,
b) mengenal out boat yang digunakan untuk ski air (tipenya),
c) dapat dan mengetahui cara main ski dengan berdiri pada kedua belah kakiknya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pendayung Tingkat Purwa,
b) mengetahui alat-alat perlengkapan tipe out boat dan kekuatan mesinnya,
c) mengetahui cara dan dapat mengolah gerak out boat dengan baik,
d) dapat membuat keseimbangan badan waktu bermain ski air dengan satu kaki diangkat.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Ski Air Tingkat Madya,
b) telah memelihara dengan baik alat-alat ski air, dan motor out boatnya
c) selain dapat bermain ski air, juga dapat mengolah gerak out boat untuk menarik pemain ski air,
d) dapat memparagakan semua gerak permainan ski air,
e) selalu berlatih dengan baik dan selalu berusaha meningkatkan prestasinya.

IV. SYARAT-SYARAT TANDA KECAKAPAN KHUSUS (SKK) BIDANG KETERAMPILAN DAN TEKNIK PEMBANGUNAN

1. SKK Peternak Ulat Sutera
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) membuat sedikitnya 10 batang stek dan menanamnya menurut ketentuan yang diperlukan usaha peternakan ulat sutera sampai menjadi pohon besaran yang berumur 3 bulan,
b) memelihara sedikitnya 200 ulat sutera dari saat menetas keluar dari telur sampai waktu membuat kokon dan menjadi kepompong,
c) dapat menyeleksi kokon dan mengkonversi kokon-kokon sehingga tahan disimpan lama.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Ulat Sutera Tingkat Purwa,
b) dapat memangkas pohon-pohon besaran dalam rangka usaha peternakan ulat sutera,
c) melaksanakan ketentuan tentang kebersihan dan kesehatan yang diperlukan untuk peternakan ulat sutera,
d) dapat memintaal kokon dengan alat pemintalan tangan sampai menjadi streng benang sutera yang siap untuk dijual,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Ulat Sutera Tingkat Madya,
b) dapat memelihara kepompong sampai menjadi kupu-kupu, mengawinkannya sampai bertelur, dan memelihara telurnya sampai menetas keluar dari telur sampai waktu membuat kepompong,
c) membuat alat-alat pemeliharaan ulat sutera, dari waktu menetas keluar dari telur sampai waktu membuat kokon,
d) dapat menyelenggarakan suatu usaha pertenakan ulat sutera disertai pembukuan teknis dan komersial seperlunya,

2. SKK Peternak Kelinci
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat kandang kelinci yang sederhana, tetapi kuat dan sesuai untuk peternakan kelinci,
b) dapat memelihara sedikitnya 4 ekor kelinci betina,
c) dapat mengawinkan dan memelihara sedikitnya seekor kelinci betina sampai melahirkan dan menyusui anaknya hingga mencapai umur 2 bulan,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Kelinci Tingkat Purwa,
b) dapat melaksanakan ketentuan tentang kebersihan dan kesehatan yang diperlukan untuk peternakan kelinci,
c) dapat menyembelih, menguliti dan memasak kelinci,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Kelinci Tingkat Madya,
b) dapat melaksanakan ketentuan tentang kebersihan dan kesehatan yang diperlukan untuk peternakan kelinci,
c) dapat menyembelih, menguliti dan memasak kelinci.

3. SKK Peternak Lebah

1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mengenal isi sarang dan tata cara kehidupan lebah madu,
b) tahu cara dan dapat membuat kotak lebah madu,
c) tahu cara memindahkan keluarga lebah madu dari gelodog/satu tempat lain ke dalam kotak lebah madu,
d) dapat mengenal manfaat lebah madu bagi produksi pertanian.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Lebah Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan dapat membersihkan kotak lebah madu,
c) tahu cara dan dapat menggunakan berbagai alat peternakan lebah madu,
d) tahu cara dan dapat mengambil madu dari sarang lebah madu,
e) telah memelihara satu keluarga lebah madu sedikitnya selama 6 bulan,
f) dapat menerangkan faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi hasil produksi lebah madu,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Lebah Tingkat Madya,
b) tahu cara dan dapat mengirim paket lebah dan ratu lebah,
c) tahu cara dan dapat menternakkan ratu lebah madu,
d) dapat menyelenggarakan suatu usaha peternakan lebah madu, disertai pembukuan teknis dan komersial seperlunya.

4. SKK Juru Kebun
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal sedikitnya 5 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman buah-buahaan, dan 5 jenis tanaman sayur-sayuran,
b) dapat membuat dan mempergunakan pupuk kompos,
c) mengenal sedikitnya 3 macam hama dan penyakit tanaman dan tahu cara pencegahan dan pemberantasannya,
d) telah memelihara sedikitnya satu jenis tanaman hias, satu jenis tanaman buah-buahan, atau satu jenis tanaman sayur-sayuran sampai berbunga, sampai berbuah, sampai dipanen, atau sedikitnya selama 3 bulan.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Purwa,
b) mengenal berbagai macam obat pencegah dan pemberantas hama, dan dapat menggunaknnya,
c) mengenal berbagai macam pupuk dan dapat menggunakannya,
d) dapat menyemaikan, mencangkok, dan mengokulasi tanaman,
e) dapat memangkas tanaman supaya menghasilkan buah lebih banyak.
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
f) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Juru Kebun Tingkat Purwa.
3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kebun Tingkat Madya,
b) tahu arti dan pentingnya bibit unggul, dan tahu di mana dapat memperolehnya,
c) tahu cara untuk memperoleh kredit untuk produksi pertanian,
d) dapat menyelenggarakan sekedar usaha perkebunan, disertai pembukuan teknis dan komersial seperlunya.

5. SKK Penenun
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penenun untuk Siaga,
b) dapat mengkelos dan mempalet,
c) menenun dengan ATBM sedikitnya 1 orang dengan benang-benang yang berwarna-warni,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penenun Tingkat Purwa,
b) dapat mencucuk,
c) dapat mencelup benang tenun dengan berbagai warna,
d) dapat menenun dengan ATBM kain yang bercorak sedikitnya 6 meter.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penenun Tingkat Madya,
b) dapat memetani dan mem-boom,
c) dapat menenun dengan ATBM yang diutambah dengan dobi sehingga menghasilkan kain ”kruisweiving” sedikitnya 6 meter,
d) dapat mencelup dan memberi warna pada kain blaco,
e) telah memiliki sebuah ATBM, dapat memelihara dan memperbaiki kerusakan-kerusakannya,
f) dapat menyelenggarakan suatu usaha pertenunan tangan disertai pembukuan teknis dan komersial seperlunya.


6. SKK Juru Bambu
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mengenal tiga macam bambu, sifat-sifat dan pemakaiannya,
b) dapat mengasah, memelihara dan menggunakan alat-alat yang biasa dipakai untuk menebang, membersihkan dan mengerjakan bambu,
c) dapat membuat pelupuh, saluran aair, tali bvambu, dan barang-barang hasta karya sederhana dari bambu,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Bambu Tingkat Purwa,
b) tahu dan dapat mengenal 5 macam bambu, sifat-sifat dan penggunannya,
c) dapat membuat sambungan-sambungan bambu untuk mendirikan bangunan, misalnya:
(1) sambungan memanjang
(2) sambungan bersilang
(3) sambungan huruf T dengan penguat miring (dengan pasak dan lubang),
d) dapat membuat hasta karya bambu, memasang dinding, pintu, timba sumur (sengot, Jawa), untuk pagar, membuat alat-alat perkemahan sederhana: rak, dapur, menara semboyan (seintoren) dan sebagainya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Bambu Tingkat Madya,
b) dapat membuat sambungan-sambungan bambu untuk mendirikan bangunan, misalnya:
(1) sambungan berbentuk sudut miring (tidak siku-siku),
(2) sambungan 3 batang bambu yang masing-masing membuat sudut siku-sikudengan penguat miring (pasak dan lubang,
(3) sambungan huruf T dengan penguat miring (dengan pasak dan lubang),
(4) tahu bagaimana cara memasang bambu yang dikerjakan untuk bangunan, sehingga tidak patah dan tahu sebab-sebabnya;
c) dapat membuat barang-barang dari bambu, misalnya: bilik/gedek, kursi bambu, hiasan-hiasan bambu, dan sebagainya yang sedapat mungkin membuat kreasi sendiri,
d) dapat merencanakan dan membuat alat-alat perkemahan dari bambu, misalnya: gapura (pintu gerbang), meja perkemahan, gubug pejagaan, dan sebagainya.

7. SKK Juru Anyam
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu tempat diperolehnya bahan anyaman dan dapat menyiapkan untuk dikerjakan,
b) dapat membuat sedikitnya lima macam barang anyaman sederhana, dari bahan seperti janur, jerami, kertas, rumput, pandan, dan sebagainya, untuk bermacam-macam kerajinan, seperti: slongsong ketupat, keranjang, tikar, bleketepe, kipas, keranjang (untuk bawa) ayam, dan sebagainya,
c) dapat memperlihatkan hasil anyamannya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Anyam Tingkat Purwa,
b) dapat membuat sedikitnya 7 macam barang anyaman, baik yang sederhana, maupun yang sulit, misalnya, tikar yang ditenun/lampit, besek, tas, anyaman kurai, dan sebagainya dari bahan alam atau tiruan, misalnya dari plastik, rafia, dan sebagainya,
c) dapat memperlihatkan hasil anyaman yang diberi hiasan, sehingga memungkinkan untuk dijual,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Bambu Tingkat Madya,
b) dapat membuat barang anyaman haaluss, misaalnya, kursi rotan, kereta anak, keranjang bayi, kap lampu, tudung saji, dan sebagainya, dari bahan bambu, rotan (pitrit atau kulit), plastiuk, rami, dan sebagainya,
c) dapat menunjukkan hasil karyawan yang dapaaat dijual.

8. SKK Juru Kayu
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu dan dapat menggunakan alat-alat tukang kayu, misalnya gergaji, palu, catut, paku, sekerup, bor, pahat (beitel) dan ketam (serut),
b) dapat membuat alat rumah tangga sederhana dari kayu lunak, misalnya rak handuk, dingklik (tempat duduk jongkok), bingkai gambar, bak sampah, kotak surat, dan sebagainya,
c) dapat menggunakan paku atau sekerup sedalam 1½” pada kayu setebal ½” tanpa merusak kayu, paku atau sekerupnya,
d) mengenal macam, sifat, kualitas dan penggunaan kayu yang ada di daerahnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kayu Tingkat Purwa,
b) dapat memelihara alat-alat tukang kayu, mengasah pahat, ketam dan gergaji,
c) tahu dan dapat menggunakan sambungan-sambungan papan melebar (takikan separuh atau laki-bini, sambungan ekor burung, dan sambungan purus lubang, dalam pembuatan barang-barang, misalnya papan tulis, kursi/dingklik panjang dan lain-lain,
d) tahu dan dapat menggunakan dempul (lilin penutup lubang) cat, dan perekat (lem) kayu,
e) dapat membaca gambar rencana pekerjaan dan tahu ukuran-ukuran kayu dan penggunaannya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kayu Tingkat Madya,
b) dapat membuat lekuk (sponing) untuk memasang panel/kaca/hardboard pada bingkainya,
c) dapat membuat sketsa rencana pekerjaan kayu, dengan ukuran-ukurannya,
d) tahu dan dapat membuat barang-barang/bagian bangunan dengan sambungan-sambungan kayu,
e) dapat menggunakan vernis, pelitur dengan baik dan tahu cara pemeliharaan barang-barang yang dipelitur
d) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Juru Kayu Tingkat Madya.

9. SKK Juru Batu
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu cara dan dapat menyusun lapisan-lapisan bata merah untuk tembok setengah bata dan satu bata, dengan beberapa macam/variasi susunan, di:
(1) bagian ujung/tengah tembok,
(2) pertemuan dua tembok bersudut siku-siku,
(3) pertemuan tiga tembok berbentuk huruf T,
(4) pertemuan silang (empat tembok masing-masing bersudut siku-siku),
(5) perkuatan di tempat-tempat tersebut di atas;
b) tahu perbandingan bahan-bahan dan dapat membuat adukan mortel untuk macam-macam keperluan,
c) tahu dan dapat dapat menggunakan alat-alat tukang batu seperti mistar, penyiku, batu duga (schietlood), waterpas, serok/sendok tukang batu, dan sebagainya,
d) dapat membaca gambar rencana bangunan.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Batu Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan dapat menyusun lapisan bata merah untuk setengah dan satu bata, dibagian tembok melengkung misalnya tembok sumur/perigi, bagian atas pintu dengan/tanpa lengking dan sebagainya,
c) dapat memasang pondasi rumah biasa, dan menempatkan gawang pintu/jendela (kusen) di tempatnya,
d) dapat membuat lantai plester semen,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Batu Tingkat Madya,
b) tahu cara dan dapat menyusun lapisan bata merah/batu kali untuk tembok satu setengah bata, atau lebih untuk bermacam-macam keperluan, misalnya dinding, pilar, bak/kolam air, dan sebagainya,
c) dapat membuat skesa rencana pondasi, atau bagian bangunan lain yang berhubungan dengan tukang batu, dengan memberi ukuran-ukuran pokoknya,
d) tahu cara dan dapat memasang lantai tegel, atau batu hiasan (klai, granit, dan sebagainya) di dinding tembok.

10. SKK Juru Logam
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu cara dan dapat membersihkan dan memelihara alat-alat dari logam, misalnya barang-barang dari tembaga, kuningan perak, kaleng dan sebagainya,
b) dapat meperbaiki kerusakan-kerusakan kecil pada barang-barang dari kaleng,
c) dapat memelihara dan menggunakan alat-alat ringan untuk logam, misalnya gunting seng, palu, tang, solder, dan sebagainya,
d) dapat menggunakan barang bekas dari logam untuk membuat mainan, peralatan rumahtangga, dan sebagainya, misalnya membuat lampu minyak, pigura, cermin, dan sebagainya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Logam Tingkat Purwa,
b) dapat membuat barang sederhana dari bahan seng, alumunium, perak, tembaga, atau sebagainya, yang diperlukan dalam rumah tangga, misalnya serok, kukur kelapa (parut, Jawa), lampu ting, sendok, dan sebagainya,
c) dapat menggunakan kikir, tatah, jangka, alat untuk penghalus dan pembuat kilap (glasur), bubut, alat tempa, dan sebagainya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Logam Tingkat Madya,
b) mengetahui campuran dan sifat benda dari logam solder dan logam tuang,
c) tahu dan dapat melaksanakan salah satu dari pekerjaan sebagai berikut:
(1) mencairkan logam
(2) membuat barang tuangan
(3) membuat barang yang ditempa
(4) membuat barang yang dibubut,
(5) dan lain-lain,
d) dapat membuat rencana gambar benda atau hiasan pada benda logam, dan sebagainya.

11. SKK Juru Kulit
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu jenis, tanda, kualitas dan penggunaan berbagai macam kulit, dan tahu cara, bahan, dan dapat memelihara barang-barang dari kulit,
b) (1) dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ringan, misalnya menggunting kulit sesuai dengan pola, membuat lubang, membuat tali/string, merekat kulit, dan sebagainya, atau,
(2) dapat membuat barang-barang sederhana dari kulit kelinci, kulit marmut, kulit kambing, kulit sapi, atau hewan lain, misalnya membuat pici, dompet, tas, dan sebagainya,
c) tahu cara dan dapat memelihara dan menggunakan beberapa alat tukang kulit.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kulit Tingkat Purwa,
b) tahu cara menguliti hewan, mengerjakan secara sederhana supaya kulitnya dapat dimanfaatkan, dan tahu kerusakan kulit akibat kesalahan mengerjakannya,
c) (1) dapat menggunakan dan mememlihara alat-alat untuk membuat gambar hiasan pada kulit, misalnya pahat, aalat pelubang, holder, penghapus, stempel, cat, dan sebagainya, atau,
(2) dapat memperbaiki kerusakan barang dari kulit, misalnya menjahit tas sobek, memperbaiki sol/hak sepatu, dan sebagainya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Kulit Tingkat Madya,
b) telah mempelajari dan mempraktekkan cara menyamak, mengobati dan mengerjakan kulit, sehingga dapat digunakan untuk membuat barang-barang kulit,
c) dapat membuat barang-barang dari kulit sapi, kerbau, kambing dan sebagainya, misalnya tas, sepatu, dan sebagainya, dengan menggunakan berbagai macam alat,
d) mempunyai catatan tentang kemajuan usahanya mencari penghasilan dengan hasil karya Juru Kulit..

12. SKK Penjilid Buku
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu nama dan mengenal berbagai jenis kertas dan bahan untuk menjilid buku, seperti kertas HVS, doorslag, HVS, karton manila, linen, pualam, jenis lem, dan sebagainya,
b) dapat membuat album foto, album perangko, atau notes/bloknote,
c) dapat menyusun lmbaran-lembaran kertas menjadi satu berkas (bendel), dengan memperhatikan urutan halaman daan sisi yang akan dipotong, membuat kulit luar dari karton manila, memasang kertas penumpu danmenjilidnya menjadi berkas terjilid,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penjilid Buku Tingkat Purwa,
b) dapat menyusun beberapa buah buku tulis atau majalah atau lainnya semacam itu dengan memperhatikan nomor dan urutan halaman, serta sisi yang akan dipotong, memasang pita dengan jahitan, membuat kulit luar dari karton dan kertas marmer, memasang lembaran, memasang sudut linen, dan menggabungkannya menjadi sebuah berkas,
c) mengerti cara menyimpan buku agar tidak rusak karena cuaca atau binatang.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penjilid Buku Tingkat Madya,
b) dapat menyusun berkas-berkas dan menjilidnya menjadi buku tebal, seperti kamus, ensiklopedi, dan sebagainya, dengan menggunakan kain strimien, kertas linen, balok pembentuk punggung buku, dan sebagainya,
c) dapat membuat tulisan monogram dan sebagainya, secara timbul di kulit luar buku, dan pada bundel menjilid surat kabar, atau selebaran semacam itu,
d) dapat memperbaiki buku-buku yang rusak jahitan/jilidnya.

13. SKK Juru Potret
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat memelihara alat fotografi, dan tahu merek, ASA/DIN, masa laku dan penggunaan beberapa jenis film,
b) dapat menggunakan alat fotografi, dan tahu cara kerja bagian-bagiannya, misalnya penggunaan diafrahma sesuai dengan cuaca, pengatur jarak, dan sebagainya,
c) telah memotret dengan tustel film, dan berhasil baik benda tak bergerak, misalnya pemandangan alam, keadaan perkemahan, bangunan monumen, dan sebagainya, masing-masing 3 buah.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Potret Tingkat Purwa,
b) dapat menggunakan alat fotografi dengan lampu kilat (blitz),
c) dapat menggunakan tustel untuk memotret berbagai macam keadaan dalam ruangan (indoor) siang dan malam, foto bersama orang banyak (grup foto) dan sebagainya, masing-masing sedikitnya 3 buak dengan hasil baik,
d) dapat menyusun dan menyiapkan dengan baik foto-foto dan film negatifnya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Potret Tingkat Madya,
b) dapat menggunakan alat fotografi dengan lensa tele, dan film untuk slide,
c) dapat memotret obyek yang bergerak, binatang, pemandangan di danau/laut, dan permainan awan (wolkensel), orang tanpa disadari yang bersangkutan, masing-masing sedikitnya 3 buah,
d) dapat menjelaskan kebaikan dan kekurangan karyanya, akibat pengaturan diafrahma, cahaya, kecepatan, kesalahan mencuci atau mencetak (afdruk), pemilihan jenis film, komposisi, dan sebagainya.

14. SKK Penangkap Ikan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mempergunakan 2 macam alat penangkap ikan, tahu ukuran-ukuran dan gunanya,
b) mempunyai pengetahuan tentang berbagai jenis ikan yang hidup di daerahnya, dan mengetahui umpan serta alat untuk menangkapnya,
c) dapat membuat salah satu alat penangkap ikan, pelampung, serangga buatan,
d) dapat memperlihatkan hasil usahanya menangkap ikan, membersihkan dan memasaknya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Potret Tingkat Purwa,
b) tahu dan dapat mempergunakan beberapa macam alat penangkap ikan,
c) tahu peraturan dan etika menangkap ikan, tahu waktunya dan besarnya ikan yang ditangkap,
d) tahu dan dapat memperbaiki kerusakan kecil pada alat penangkap ikan, misalnya joran yang patah, tali kail putus, jala yang koyak, mengasah mata kail, dan sebagainya, dan dapat menggunakan simpul-simpul yang berkaitan dengan itu,
e) mempunyai catatan tentang pengalamannya menangkap ikan, misalnya cuaca, jenis dan berat ikan, dan hasil penangkapannya selama satu musim (lk. 3 bulan)

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penangkap Ikan Tingkat Madya,
b) mengetahui perairan di sekitar rumahnya dalam radius 25 km,
c) tahu dan telah ikut serta dalam penangkapan ikan laut dengan salah satu cara menangkap ikan, misalnya dengan jaring seret, jaring biasa, jala, dan sebagainya dan penangkapan tiram,
d) dapat menerangkan bentuk, guna dan cara memakai jaring biasa, jaring serat, serta memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil,
e) tahu tempat berbahaya, tanda akan ada badai, hujan, ombak besar, dan sebagainya, cara menghindarkan diri dari bahaya, dan tanda-tanda minta pertolongan.

15. SKK Peternak Itik/Mentok/Angsa
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) talah memelihara itik sebanyak lebih dari 10 ekor, selama sedikitnya 3 bulan,
b) dapat memperlihatkan usahanya memelihara kandang, membersihkan dan mencegah kemungkinan adanya penyakit dan gangguan lain,
c) dapat membuat ramuan makanan, dan mengatur waktu pemberian makanan atau minuman,
d) dapat menggembalakan itik, dan tahu waktu dan tempat bertelurnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Itik/Mentok/Angsa Tingkat Purwa,
b) telah memelihara itik sebanyak 20 ekor atau lebih selama sedikitnya 6 bulan,
c) mengerti dan dapat menjelaskan manfaat daging dan telur itik untuk kesehatan manusia,
d) dapat menjelaskan tanda-tanda, sifat kelemahan itik, penyakit dan pengobatannya.
e) tahu cara dan dapat memilih telur, dan menetaskannya dengan induk ayam atau alat penetas telur,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Itik/Mentok/Angsa Tingkat Madya,
b) tahu cara dan memelihara itik dari umur sehari sampai umur 3 bulan,
c) tahu cara dan telah membuat telur asin dengan baik,
d) mempunyai catatan tentang perkembangan dari itk-itiknya, produksinya, kemajuan dan keuntungan yang diperoleh, dari pemeliharaan itik.

16. SKK Peternak Ayam
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memelihara ayam sebanyak lebih dari 10 ekor, selama sedikitnya 3 bulan,
b) mengerti dan dapat membuat ramuan makanan ayam (termasuk untuk anak ayam dan ayam yang sedang bertelur) serta dapat mengatur waktu pemberian makan/minum,
c) tahu dan dapat memelihara kandang, membersihkan dan mencegah kemungkinan serangan penyakit/gangguan terhadap ayam,
d) mengerti dan dapat menjelaskan manfaat daging dan telur ayam untuk kesehatan manusia dan dapat memilih serta menyimpan telur,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Ayam Tingkat Purwa,
b) telah memelihara ayam sebanjak 15 ekor atau lebih selama sedikitnya 6 bulan,
c) mengerti dan dapat menjelaskan tanda-tanda, sifat, kelemahan dan kebaikan dari beberapa jenis/ras ayam,
d) tahu dan dapat mengeramkan telur dengan induk ayam atau dengan alat penetas telur,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Peternak Ayam Tingkat Madya,
b) tahu cara dan telah memelihara ayam dari umur sehari sampai umur 3 bulan atau lebih, sedikitnya 20 ekor,
c) tahu tanda-tanda, cara pencegahan, penyuntikan dan pengobatan beberapa jenis penyakit ayam,
d) mempunyai catatan tentang perkembangan dari ayam-ayamnya, pengobatan dan produksinya, serta dapat memperlihatkan kemajuan atau hubungan dari usaha peternakan ayamnya.

17. SKK Pemelihara Ternak
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memelihara selama sedikitnya 3 bulan, salah satu jenis ternak sebagai berikut:
(1) kambing/domba/babi sebanyak 4 ekor atau lebih, atau
(2)kerbau/sapi sebanyak 2 ekor atau lebih, atau
(3) kuda sebanyak seekor atau lebih,
b) dapat menunjukkan usaha pemeliharaan/kebersihan kandang ternaknya,
c) tahu cara dan dapat merawat dan memberi makan/minum ternaknya ,
d) tahu jenis dan menyusun rumput, daun-daunan, dan bahan ramuan lain yang baik untuk makanan ternak.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemelihara Ternak Tingkat Purwa,
b) telah memelihara ternaknya dengan baik selama sedikitnya 6 bulan,
c) mengetahui jenis-jenis ternak (misalnya jenis kambing, jenis lembu dan sebagainya) sifat, tanda-tanda kebaikannya,
d) mengenal beberapa jenis penyakit ternak, yang dapat/tidak menular, tanda-tanda, sebab-sebab, pencegahan dan pengobatannya,
e) mengetahui penggunaan ternaknya dengan baik, dan tahu manfaat bulunya, dagingnya, kulitnya, air susunya dan sebagainya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemelihara Terrnak Tingkat Madya,
b) tahu cara dan dapat memilih jenis bibit ternak unggul atau pejantan yang baik,
c) tahu beberapa cara meningkatkan mutu ternak, termasuk seleksi, kastrasi, efisiensi penggunaan tenaganya, perbaikan makanannya, dan sebagainya dan telah mengusahakan penyediaan makanan hijau, misalnya penanaman lamtoro, turi, nangka, dan sebagainya di sekitar rumahnya,
d) telah mengusahakan, mendapatkan hasil dari pemeliharaan ternak ini, misalnya penggunaan tenaganya, menjual susu, bulu, kulit, daging dan sebagainya, dan mencatat perkembangan dan pemeliharaan ternaknya.

18. SKK Pemelihara Merpati
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memelihara merpati 3 pasang atau lebih selama sedikitnya 3 bulan,
b) tahu cara dan dapat mengatur dan memberi makanan serta membersihkan kandang merpati (terlebih pada musim hujan),
c) tahu cara dan dapat menangkap, memegang, menerbangkan dan mengibaskan sayap burung merpati
d) dapat mencegah penyakit dan pengobatannya dan menghindarkan dari gangguan lain terhadap merpati dan mencegah gangguan merpati terhadap keluarganya atau tetangganya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemelihara Merpati Tingkat Purwa,
b) telah memelihara merpati 5 pasang atau lebih, selama sedikitnya 6 bulan,
c) dapat membuat kandang merpati sederhana, dengan memperhatikan cahaya, lubang angin/ventilasi, tempat berteduh dan bertengger,
d) tahu warna, jenis, dan memilih burung merpati yang baik, misalnya untuk petelur, pengirim berita, perlombaan, dan sebagainya,
e) dapat memasang peluit/bunyi-bunyian (sawangan, Jawa) di tubuh merpati,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemelihara Merpati Tingkat Madya,
b) telah memelihara merpati selama satu tahun dan telah melatih terbang jauh, menyampaikan berita/surat dengan jarak lebih kurang 10 km, dan memberikan tanda (penning) pada burung
c) tahu cara dan dapat menyembelih, membersihkan dan memasak burung merpati atau tahu pemasaran hasil pemeliharaan burung merpati,
d) tahu cara dan telah mengadakan/mengikuti lomba terbang merpati di daerahnya,
e) mempunyai catatan tentang perkembangan, kemajuan, dan hasil pemeliharaan burung merpatinya.

20. SKK Pengumpul Perangko
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah sedikitnya 3 bulan membuat kumpulan perangko sebanyak 200 lembar atau lebih, dari berbagai jenis,
b) telah menyusun dan mengatur kumpulannya dengan rapih dan sistematis, dan menuliskan keterangan-keterangan sekedarnya (misalnya tanggal penerbitannya, masa berlakunya, dan sebagainya),
c) mengetahui beberapa istilah yang banyak digunakan di kalangan pengumpul perangko (philatelis), misalnya sampul hari pertama, perforasi, roltanding, dan sebagainya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Lencana Tingkat Purwa,
b) sedikitnya telah 6 bulan membuat kumpulan perangko sebanyak 300 lembar atau lebih dari berbagai jenis,
c) telah menyusun dengan rapih, sistematis dan benar dalam album, memberikan keterangan-keterangan dan membuat daftar isi,
d) dapat memperlihatkan bahwa ia mengenal perangko dari macamnya, cat air (water mark)nya, cara mencetak dan susunan warnanya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Perangko Tingkat Madya,
b) sedikitnya telah satu tahun membuat kumpulan perangko sebanyak 500 lembar atau lebih dari berbagai jenis,
c) memiliki pengetahuan yang cukup tentang perangko, misalnya sejarah perangko, tipe/jenis, kualitas, cara mengirim, dan lain-lain,
d) mengetahui dan dapat menggunakan alat-alat pengumpul perangko seperti kaca pembesar/loupe, pinset, katalog, lidah perangko, dan sebagainya,

21. SKK Pengumpul Lencana
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah sedikitnya 3 bulan mengumpulkan dan merawat dengan baik bermacam lencana sebanyak 15 buah atau lebih, dari berbagai jenis,
b) telah menyusun dan mengatur kumpulan lencananya dengan baik dan rapih, dan memberikan catatan tentang nama pemberi (asal lencana), tanggal penerimaan, tanda/lencana apa, dan sebagainya,
c) mengerti gambar/warna di lencana itu, dan tahu penggunaan lencana itu.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Lencana Tingkat Purwa,
b) telah sedikitnya 6 bulan mengumpulkan dan merawat dengan baik bermacam lencana sebanyak 30 buah atau lebih, dan beberapa buah diantaranya diperoleh dari daerah lain,
c) telah menyusun dan mengatur kumpulan lencananya dengan baik dan rapih, dan memberikan catatan tentang lencana itu, dengan mengingat komposisi bentuk dan warna,
d) mengerti arti warna yang biasa digunakan dalam lambang-lambang.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Lencana Tingkat Madya,
b) telah sedikitnya satu tahun mengumpulkan dan merawat dengan baik bermacam lencana sebanyak 5o buah atau lebih, beberapa diantaranya didapat dari luar negeri,
c) memiliki tanda/badge lambang ABRI, atau lambang daerahnya/daerah lain/negara lain, dan mengerti serta dapat menerangkan arti gambar/warna pada tanda/lambang itu,
d) dapat membuat desain lencana untuk suatu badan/lembaga/organisasi/kepanitiaan tertentu.

22. SKK Pengumpul Mata Uang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengumpulkan dan merawat dengan baik berapa jenis mata uang logam/kertas, yang masih/pernah berlaku di Indonesia, sedikitnya sejumlah 20 keping/lembar, selama 3 bulan berturt-turut,
b) tahu tanggal/terbitnya, masa berlaku, tanda-tanda/kode, dan bila mungkin nama pencetak/pembuat/penerbit dan penanda tangan mata uang tersebut,
c) mempunyai catatan tentang segala sesuatu mengenai mata uang itu, misalnya ukuran, berat, warna, tanda-tanda, masa berlaku dan sebagainya,
d) telah mengatur mata uang tersebut dengan baik dan memberikan catatan/etiket didekatnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Mata Uang Tingkat Purwa,
b) telah mengumpulkan, mengatur dan memberi keterangan jenis mata uang logam/kertas, yang masih/pernah berlaku di Indonesia/luar negeri, sedikitnya sejumah 40 keping/lembar, selama 6 bulan berturt-turut,
c) mempunyai catatan tentang segala sesuatu mengenai mata uang itu, misalnya tanggal/tahun terbitnya, masa berlakunya, tempat/negara yang mengeluarkan, ukuran, berat, warna, desainer/penggambar, tanda-tanda, serinya, dan lain-lain,
d) dapat menggambar kasar (sketsa) berdasarkan ingatannya kedua sisi dari sedikitnya dua jenis mata uang dalam/luar negeri, dengan bagian-bagian pokoknya, misalnya hurf, angka, tandatangan nomor seri, dan lain-lain.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Mata Uang Tingkat Madya,
b) sama dengan butir 2 Tanda Kecakapan Khusus Pengumpul Mata Uang Tingkat Madya, hanya sedikitnya 75 keping/lembar selama satu tahun berturut-turut,
c) mengetahui sejarah uang, macam uang yang pernah berlaku di Indonesia dengan masa berlakunya, dan sebagainya,
d) mengetahui kurs mata uang sekarang dengan mata uang luar negeri, serta istilah keuangan lainnya, misalnya inflasi, transfer, dan sebagainya.

23. SKK Pengumpul Tanaman Kering
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara tanaman/daun/bunga yang sudah dikeringkan dengan baik, sebanyak 25 buah atau lebih, selama sedikitnya 3 bulan,
b) mengerti dan dapat menerangkan segala sesuatu tentang tanaman yang dikumpulkannya, misalnya tempat, suku/jenis, berkembang biaknya, tanda-tanda, cirinya, dan lain-lain,
c) mempunyai catatan tentang tenpat dan tanggal penemuan, lama pengeringan, nama tanaman, jenis/suku, tanda-tanda, sifat, masa tumbuh, dan lain-lainnya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Tanaman Kering Tingkat Purwa,
b) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara tanaman/daun/bunga yang sudah dikeringkan dengan baik, sebanyak 50 buah atau lebih, selama sedikitnya 6 bulan
c) mengerti tentang nama, sifat, tanda-tanda/keistimewaan dan lain-lain dari bermacam tanaman/baagian tanaman (daun, batang, akar dan sebagainya) yang sama jenis/sukunya dengan tanaman/bagian tanaman yang disimpannya,
d) mengerti dan dapat menjelaskan cara mengeringkan bermacam-macam tanaman secara sederhana.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Tanaman Kering Tingkat Madya,
b) telah mengumpulkan, mengatur, dan memelihara tanaman/daun/bunga yang sudah dikeringkan dengan baik, sebanyak 100 buah atau lebih, selama sedikitnya satu tahun,
c) dapat memberikan penjelasan dan peragaan tentang cara pengambilan, pengeringan dan pemeliharaan tanaman kering,
d) dapat menjelaskan dan memperlihatkan cara pembuatan alat-alat pengeringan tanaman..

24. SKK Pengumpul Tanaman Hidup
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara dengan baik selama 3 bulan sedikitnya 10 batang dari 4 macam tanaman hidup,
Misalnya macam-macam anggrek, macam-macam kaktus, macam-macam tanaman bunga, macam-macam tanaman daun kuping gajah, dan lain-lain,
b) tahu cara pemeliharaannya, misalnya kebutuhan air, sinar matahari, suhu udaara, haama/kelemahannya, pemupukannya, dan lain-lain,
c) tahu cara mengembang-biaknya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Tanaman Hidup Tingkat Purwa,
b) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara dengan baik selama 6 bulan sedikitnya 10 batang dari 7 macam tanaman hidup,
c) mempunyai catatan perkembangan/pemeliharaan tanamannya itu, dan mengetahui termasuk suku, keluarga dan jenis tanaman apa,
d) tahu apa dan dapat mengembang-biakkan dengan tunas, setek, menempel, menyerbukkan, bijih/benih, persemaian, dan sebagainya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Tanaman Hidup Tingkat Madya,
b) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara dengan baik selama satu tahun sedikitnya 20 buah tanaman dari berbagai jenis/suku tanaman hidup,
c) telah mempelajari tanaman itu, dengan membaca, menyelidiki di tempatnya sendiri/tempat lain, dan mengetahui macam-maacam jenisnya, tanda-tanda spesifiknya, dan sebagainya.

25. SKK Pengumpul Benda
a. Untuk golongan Siaga
Disediakan TKK tersendiri, yaitu TKK Pengumpul.
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengumpulkan satu jenis benda (misalnya bungkus/etiket rokok, kotak korek api, foto, gambar, teka-teki, guntingan koran, batu-batuan, bulu burung, motif batik/bahan pakaian, dan lain-lain) sebanyak 25 macam atau lebih, selama sedikitnya 3 bulan,
b) telah menyusun dan mengatur benda-benda itu dengan baik dan rapih, dan memberikan catatan tentang benda-benda itu, misalnya tanggal penemuan, nama benda, nama pemberi, asal, jenis, keistimewaan dan lain-lain,
c) dapat menjelaskan segala sesuatu tentang benda-benda kumpulannya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Benda Tingkat Purwa,
b) telah mengumpulkan statu jenis benda (misalnya bungkus/etiket rokok, kotak korek api, foto, gambar, teka-teki, guntingan koran, batu-batuan, bulu burung, motif batik/bahan pakaian, dan lain-lain) sebanyak 35 macam atau lebih, selama sedikitnya 6 bulan
c) dapat menjelaskan segala sesuatu tentang benda-benda kumpulannya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Benda Tingkat Madya,
b) sama dengan nomor 2 untuk Tanda Tingkat Madya, tetapi sebanyak 50 macam atau lebih, selama sedikitnya 1 tahun, dan bila mungkin sebagian dari benda itu dari daerah lain atau luarnegeri,
c) dapat menggambar rencana (desain) (desain) etiket rokok, gambar, motif batik, bahan pakaian, atau membuat foto, tulisan, iklan, dan lain-lain, atau tahu asal, cara mendapat dan mengasah batu-batu permata.

26. SKK Pengumpul Hewan (Kering/Basah)
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengumpulkan, mengatur dan memelihara dengan baik salah satu diantara bermacam-macam hewan, misalnya kupu atau seranggaa lain (insecta) binatang melata (reptilia), atau ikan sebanyak 5 ekor atau lebih, dari berbagai jenis, selama sedikitnya 3 bulan,
b) tahu dan mempunyai catatan tentang tanggal dan tempat penemuan, nama jenis, tanda-tanda/sifat/keistimewaan kumpulannya,
c) tahu cara dan dapat mengawetkan hewan-hewan itu secara kering atau basah.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Hewan (Kering/Basah) Tingkat Purwa,
b) sama dengan nomor 1 untuk Tanda Tingkat Purwa tersebut di atas tetapi sebanyak 10 ekor dari berbagai jenis, selama sedikitnya 6 bulan
c) dapat menjelaskan keguanaan binatang itu bagi manusia, atau bila merusak/hama, tahu pencegahan dan pemberantasannya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Hewan (Kering/Basah) Tingkat Madya,
b) sama dengan nomor 1 untuk Tanda Tingkat Purwa, tetapi sebanyak 20 ekor atau lebih dari berbagai jenis selama tidak kurang dari 1 tahun,
c) tahu cara jenis hewan yang dipeliharanya melindungi diri dari bahaya serangan musuhnya,
d) pernah memperhatikan cara hidup salah satu jenis hewan itu.

27. SKK Juru Semboyan
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengerti dan dapat mengirim tanda-tanda dengan semboyan tangan dan semboyan peluit, serta hafal abjad Morse dan Semaphore,
b) mengetahui ukuran, warna tempat, waktu sikap dan cara penggunaan bendera Semaphore dan Morse beserta tongkatnya,
c) dapat mengirimkan dan menerima berita dengan peluit dan huruf abjad Morse, serta dengan bendera semua huruf Semaphore yang terdiri dari sekurang-kurangnya 50 huruf, dan kesalahan maksimum 20%.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Semboyan Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan dapat mengirim dan menerima berita yang terdiri atas sekurang-kurangnya 75 huruf dengan bendera Semaphore dan Peluit Morse berkecepatan 20 huruf tiap menit dengan kesalahan maksimal 15%.
c) tahu tanda-tanda yang digunakan oleh internasional

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Juru Semboyan Tingkat Madya,
b) dapat mengirim berita yang terdiri atas 100 huruf dengan:
(1) pesawat telegraf (kunci Morse) 30 huruf permenit,
(2) dengan lampu sinar matahari (heliograf) 20 huruf per menit
dengan kesalahan maksimal 15%
c) dapat membuat salah satu dari alat Morse, misalnya kunci Morse dengan listrik, heliograf, dan lain-lain.

28. SKK Menjahit
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menisik kain yang robek memanjang, berlubang (kena rokok), robek menyudut (seperti mulut katak) dan menambal kain koyak,
b) dapat menjahit pakaian anak-anak/bayi, atau dapat menjahit pakaian dalam/olahraga/renang untuk diri sendiri,
c) (1) mengerti bagian-bagian mesin jahit (tangan/kaki) dan pemeliharannya, dan/atau
(2) mengambil usuran badan,
d) mengerti dan dapat membiuat sum biasa dan sum pinggiran (open zoom).

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Purwa,
b) dapat menjahit kemeja/bawahan seragamnya sendiri,
c) (1) mengerti dan dapat memperbaiki kerusakan ringan/kecil mesin jahit (tangan/kaki), dan/atau
(2) membuat pola dasar,
c) mengerti dan dapat membuat jahitan sarung dan setik balik.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Menjahit Tingkat Madya,
b) dapat menjahit celana panjang (pantalon, slack, dan lain-lain) untuk diri sendiri
c) dapat membuat hisan dari kain, misalnya aplikasi, lipatan hias (smock), dan lain-lain,
d) dapat memotong dan menjahit pakaian untuk wanita/pria/anak.

29. SKK Pengendara Sepeda
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) (1) mengerti nama, guna dan pentingnya bagian-bagian dari sebuah sepeda,
(2) mempunyai dan telah memelihara dengan baik sebuah sepeda sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu tanpa mengalami kesulitan sedikitnya selama 6 bulan
b) mengerti peraturan dan tanda-tanda lalu lintas yang banyak dipergunakan di jalan-jalan di daerahnya,
c) pernah bersepeda sedikitnya sejauh 20 km untuk putera dan 15 km untuk puteri,
d) (1) dapat membawa benda dengan salah satu tangannya sambil mengendarai sepeda,
(2) dapat naik dan turun dari sepeda, dari sisi kanan atau kiri,
(3) khusus untuk putera: dapat memperbaiki kerusakan-kerusakan ringan, misalnya ban bocor, dan lain-lain,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengendara Sepeda Tingkat Purwa,
b) mengerti peraturan lalu-lintas dan semua tanda-tanda dan kode tangan di lalu-lintas,
c) pernah bersepeda sedikitnya sejauh 30 km untuk putera dan 25 km untuk puteri,
d) (1) dapat mengendarai sepeda dengan mengenakan kain/sarung,
(2) dapat mengendari sepeda dengan menuntun sepeda lain,
(3) bersama kawan lain dapat mengendarai dua buah sepeda sambil membawa sebilah bambu atau sebuah tangga,
(4) dapat mengganti ban sepeda, memperbaiki pedal, bel, lampu, atau rantai yang mudah lepas,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengendara Sepeda Tingkat Madya,
b) mempunyai dan memelihara sepedanya dengan baik, sehingga dapat digunakannya tanpa kesulitan, selama sedikitnya satu tahun,
c) pernah bersepeda sedikitnya sejauh 60 kim untuk putera dan 35 km untuk puteri, dan dilakukan dua kali,
d) bersama seorang kawan dapat membuat dan mengendarai dua sepeda yang membawa sebuah tandu (draagbaar) di tengahnya,
e) khusus untuk putera, dapat membongkar dan memasang kembali bagian-bagian dari sepeda, membersihkan dan memberi gemuk/oli,

30. SKK Juru Masak
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat dapur dan tahu persyaratannya,
b) mengetahui cara dan dapat membuat api terbuka dengan kayu tanpa minyak,
c) dapat menghidangkan masakan untuk 5 orang yang terdiri dari:
- nasi
- satu jenis lauk kering (goreng atau bakar, tanpa kuah)
- satu jenis hidangan pencuci mulut
- minuman teh atau kopi panas,
d) mengetahui cara menyimpan makanan menurut peraturan kesehatan,
e) pernah membantu juru masak di suatu perkemahan 24 jam,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan telah menyusun beberapa menu beserta bahan-bahan keperluannya, untuk satu regu yang berkemah selama maksimal 3 x 24 jam, dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
c) tahu cara dan dapat mengawetkan satu jenis makanan/bahan makanan,
d) dapat menghidangkan masakan untuk satu regu, yang terdiri atas:
- nasi,
- satu jenis lauk kering (tanpa kuah, goreng/rebus/bakar/kukus, dan lain-lain)
- satu jenis lauk dengan kuah (sayur),
- satu jenis hidangan pencuci mulut,
- minuman.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Masak Tingkat Madya,
b) tahu cara dan telah menyusun beberapa menu untuk keperluan perkemahan satu regu selama 6 x 24 jam (lengkap dengan keperluan peralatan dan bahan), dengan mengingat 4 sehat 5 sempurna,
c) mengetahui nilai gizi beberapa jenis bahan makanan,
d) mengetahui cara dan dapat mengawetkan paling sedikit dua jenis makanan/bahan makanan supaya tahan selama 1 minggu.

31. SKK Pencinta Dirgantara
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu nama-nama perusahaan peserbangan dalam negeri dan luar negeri masing-masing paling sedikit 5 perusahaan,
b) tahu nama-nama pejabat/pimpinan yang berhubungan dengan kedirgantaraan, misalnya Kepala Staf TNI-AU, Dirjen Perhubungan Udara, Dirut Garuda, dan lain-lain,
c) tahu nama-nama pahlawan perintis kedirgantaraan (bangsa kita sendiri) paling sedikit 5 pahlawan,
d) dapat menyebutkan nama-nama lapangan terbang di Indonesia, paling sedikit 5 lapangan terbang,
e) tahu nama-nama bagian pokok pesawat terbang dan kegunaannya,
f) tahu macam-macam motor pesawat model dan dapat menjalankan motor dengan bahan bakarnya serta tahu kapasitas mesinnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pencinta Dirgantara Tingkat Purwa,
b) tahu yang disebut IFH dan VFR,
c) dapat menjelaskan 6 dasar atmosfer yang diperhatikan dalam penerbangan,
d) dapat membuat triangular course pada peta udara,
e) dapat menjelaskan keguanaan kompas dalam penerbangan dan mengerti tentang True Air Speed (TAS) dan Indicator Air Speed (IAS),
f) dapat menunjukkan apa yang disebut cabin, cockpit, landing gear, propeller, leading edge, trailing edge, aileron, fin, rudder, elevator, dan engine,
g) dapat membantu di pangkalan udara sebagai parking master.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pencinta Dirgantara Tingkat Madya,
b) tahu ketentuan-ketentuan keamanan penerbangan berdasarkan aeronatika,
c) dapat menerangkan kegunaan dari fuselage, wheels, brakes, skin, wings, flaps, empenages, stabilizer,
d) dapat membedakan prinsip kerja piston engine, turbo engine, jet engine dan rocket engine,
e) dapat menerangkan gaya-gaya pada pesawat seperti weight, lipt, drag,
f) dapat menjelaskan instrumen pesawat terbang paling sedikit instrumen-instrumen pokok (flight instrument dan engine instrument),
g) tahu apa yang disebut sea plane, flying boat, land plane, amphibian, antogyro dan hellycopter.

32. SKK Pembuat Pesawat Model
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat sedikitnya satu pesawat terbang menurut skala,
b) dapat membuat satu pesawat peluncur (chuck glider) dan menerbangkannya minimun 30 detik dan pernah mengikuti lomba,
c) dapat menyebutkan jenis-jenis pengendalian pesawat model,
d) dapat menyebutkan bahan-bahan untuk pembuatan pesawat model,
e) dapat menjelaskan prinsip kerja dari pesawat model,
f) dapat membuat pesawat terbang glider model dan dapat terbang minimum 60 detik.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pembuat Pesawat Model Tingkat Purwa,
b) dapat menggambar bagian dari motor pesawat secara sederhana dan menyebutkan bagian-bagiannya serta jenis engine pesawat model,
c) dapat menjelaskan jumlah bahan-bahan untuk pembuatan pesawat model dengan melihat gambar kerjanya dan langsung membuatnya,
d) dapat membuat sedikitnya satu propeler pesawat model dan menghasilkan daya dorong,
e) dapat membuat satu pesawat terbang glider model dan dapat mengatasi/mengirim pesawat tersebut sehingga dapat terbang dengan baik minimum 9 detik.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pembuat Pesawat Model Tingkat Madya,
b) dapat menyebutkan jenis-jenis pesawat model yang terbang bebas (free flight),
c) mengetahui jenis-jenis penutup pesawat model dan cara mengerjakannya,
d) dapat dan pernah membuat salah satu dari glider model prestasi, free flight, u-control dan pernah mengikuti lomba jenis pesawat tersebut minimum tingkat daerah,
e) dapat menerangkan apa sebab terjadinya stall, spin, spiral dive, dan flutter dan cara-cara mengatasinya,
f) dapat mengatasi/mengirim pesawat model jenis glider/free flight (FAI power) sehingga dapat terbang dengan baik minimum 90 detik,

33. SKK Pengenal Cuaca
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mepunyai perhatian terhadap cuaca dengan jalan membuat catatan-catatan tentang cuaca,
b) tahu nama 4 macam awan dan tahu daerah ketinggiannya,
c) dapat meramal/memperkirakan hari akan hujan atau tidak dengan melihat keadaan cuaca,
d) dapat menjelaskan terjadinya hujan,
e) pernah mengunjungi stasiun cuaca atau jawatan/bagian meteo untuk mendapat penerangan-penerangan/pelajaran-pelajaran tentang cuaca,
f) tahu arti titik embun, titik beku, temperatur.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengenal Cuaca Tingkat Purwa,
b) tahu cuaca yang baik untuk penerbangan,
c) dapat mengenal dengan melihat ke udara, awan tinggi, aawan rendah,
d) tahu apa yang disebut atrmosfer dan tahu fungsinya bagi kehidupan dunia,
e) dapat menjhelaskan hubungan ketinggian dan temperatur,
f) paling sedikit telah tiga kali mengunjungi stasiun cuaca atau jawatan/bagian meteo (sipil atau militer) untuk mendapatkan penerangan-penerangan/penjelasan-penjelasan tentang cuaca,
g) tahu tanda-tanda daerah/tempat terjadinya thermic dan dapat menjelaskan kepada orang lain.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengenal Cuaca Tingkat Madya,
b) dapat menjelaskan mengapa pilot selalu memperhatikan keadaan cuaca,
c) mengenal di udara atau melalui foto-foto atau gambar-gambar 10 bentuk awan (tinggi sedang, rendah, vertikal),
d) dapat membaca dan membuat laporan cuaca dengan kode-kode menurut CAA (Civil Aeronautica Administration) dan mengajarkan kode-kode itu kepada paling sedikit 2 orang temannya,
e) dapat menjelaskan kode warna yang dipakai untuk membedakan macam-macam presipitasi pada peta cuaca,
f) tahu pengaruh hujan, hujan es, kilat, kabut terhadap pesawat dan angin pada waktu terbang,
g) telah mengunjungi stasiun cuaca (sipil atau militer) dan dapat menjelaskan alat yang bagaimana digunakan untuk mendapatkan data-data cuaca,
h) dapat menjelaskan wind direction, wind velocity, visibility, VFR, IFR, radio weather code.

34. SKK Komunikasi
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) hafal fonetik alfabet (A=alpha, B=bravo, C=charlie, dan seterusnya) dapat menerangkan mengapa dipakai itu,
b) tahu arti alat-alat telekomunikasi sebagai berikut: telegraf, telepon, teletype (telex), faksimili, televisi (semua ini adalah alat-alat telekomunikasi dengan kawat/radio),
c) tahu abjad Morse dan tahu sejarah penciptanya, yaitu Samuel Finley Morse,
d) dapat menyampaikan berita dengan lisan secara cepat dan tepat,
e) dapat mengirim berita melalui telepon.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Komunikasi Tingkat Purwa,
b) tahu kegunaan elektromagnetik pada alat radio, telepon, bel listrik,
c) tahu apa yang dimaksud dengan:
(1) taxiing dan take off instruction,
(2) take off clearence,
(3) landing instruction,
(4) position report,
d) tahu kode-kode yang digunakan untuk laporan cuaca,
e) dapat mengirim dan menerima semboyan Morse dengan peluit atau alat lain,
f) dapat memberi keterangan dan memanggil dokter dengan jelas menggunakan telepon atau alat lain

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Komunikasi Tingkat Madya,
b) dapat mengirim dan menerima telegram (dengan kode Morse),
c) menunjukkan kecakapannya dalam mengirim dan menerima berita kode Morse paling sedikit 5 kata tiap menit selama paling sedikit 5 menit, tiap kata paling sedikit 5 huruf,
d) dapat membuat atau mengetik surat-surat teegram atau teleks.

35. SKK Konstruksi Pesawat Udara
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menggambar pesawat terbang dari 3 pandangan,
b) mengetahui macam bahan yang dipakai membuat rangka pesawat terbang,
c) mengerti prinsip-prinsip membuat pesawat terbang,
d) dapat menyebutkan win grib, wing spor daan keguanannya,
e) dapat menerangkan bentuk badan pesawat terbang yang disebut monoqoqus dan frame work.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Konstriksi Pesawat Udara Tingkat Purwa,
b) membuat catatan-catatan tentang pengetahuan konstruksi pesawat terbang dalam buku catataannya,
c) membuat pesawat terbang padat (solid) dengan bagian-bagian pokjok yang serasi,
d) dapat menggambarkan dan menyebutkan macam-macam bentuk bagian-bagian pokok pesawat terbang,
e) dapat menyebutkan pada umumnya alat-alat yang dipakai untuk mereparasi (memperbaiki) pesawat terbang,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Konstruksi Pesawat Udara Tingkat Madya,
b) dapat menerangkan bagian-bagian dari peswat terbang secara keseluruhan (wing span, chord line, akar sayap, ujung pesawat, trailing edge, leading edge, wing flap, spoiler, nose, cockpit, alat pendarat, pemantap tegak, dan pemantap darat),
c) dapat menyebutkan lampu-lampu yang ada di pesawat dan kegunaannya,
d) dapat menyebutkan alat-alat untuk menggerakkan kemudi pesawat terbang.

36. SKK Juru Motor Pesawat Terbang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu prinsip mesin 2 langkah dan mesin 4 langkah,
b) mengerti cara kerja mesin pesawat model dan macam-macam mesin pesawat model,
c) mengerti kegunaan mesin pada pesawat terbang,
d) dapat menjelaskan instrumen mesin yang harus ada di pesawat terbang,
e) dapat menjelaskan sistem yang harus ada di suatu mesin, baik mesin mobil maupun mesin pesawat terbang.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Motor Pesawat Terbang Tingkat Purwa,
b) tahu prinsip mesin pada umumnya dan tahu prinsip mesin piston, mesin jet, dan mesin roket,
c) dapat menjelaskan pengaruh ketinggian terhadap mesin piston, mesin jet, dan mesin roket,
d) mengerti fungsi propeler dari mesin pesawat terbang,
e) dapat menjelaskan sistem pendingin, sistem penyalaan, sistem peredaran bahan bakar dan sistem pelumas bagi mesin piston pesawat terbang,
f) tahu perbedaan antara mesin berpendingin udara dan pendingin zat cair.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Motor Pesawat Terbang Tingkat Madya,
b) dapat menerangkan keuntungan maupun kerugian jika pesawat menggunakan mesin jet dan mesin piston,
c) tahu bagian-bagian utama dari suatu mesin jet dan kegunaan dari bagian-bagian itu,
d) dapat menerangkan tentang turbo prop, turbo jet dan fan,
e) dapat menjelaskan bahan bakar yang digunakan untuk mesin piston, mesin jet dan mesin roket,
f) dapat menjelaskan perhitungan power dari mesin piston.

37. SKK Navigasi Udara
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu tiga cara bernavigasi,
b) tahu yang disebut true north, compass north,
c) dapat mengerti arah angin di tanah dengan melihat tanda-tanda yang ditunjukkan kepadannya,
d) dapat membaca peta jalan/biasa,
e) tahu alat-alat yang digunakan untuk mengetahui arah angin di tanah.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Navigasi Udara Tingkat Purwa,
b) tahu 16 arah mata angin dan dapat menunjukkan arah dengan derajat dan dapat menggunakan kompas,
c) tahu apa yang disebut true course, compass course, air speed, ground speed, wind direction,
d) tahu tanda-tanda peta udara,
e) pernah mengadakan/mengikuti cross country dengan kompas.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Navigasi Udara Tingkat Madya,
b) tahu arti pelotage, dead rechesing, celestial, navigation,
c) dapat membaca peta, topografi dan peta air,
d) tahu arti magnetic bearing, wind velocity, altitude, longitude, variasi dan deviasi,
e) dapat membuat peta pangkalan atau lapangan yang digunakan sebagai landasan darurat,
f) dapat membaca tanda-tanda/simbol di peta udara dan dapaat memberikan paling sedikit 5 macam tanda di tanah yang dapat dilihat oleh pilot untuk menentukan wind direction di tanah.

38. SKK Evakuasi Medis Dirgantara
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu ketentuan-ketentuan kondisi badan bagaimana yang boleh dan tidak boleh naik pesawat terbang,
b) tahu cara mengatur orang sakit di darat yang akan diangkut dengan pesawat terbang,
c) dapat membedakan pesawat-pesawat yang menggunakan pressurevise dan tidak pressurevise,
d) dapat mengangkut (naik dan turun) orang sakit ke dalam dan ke luar pesawat ,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Evakuasi Medis Dirgantara Tingkat Purwa,
b) dapat menyiapkan alat medis yang diperlukan untuk evakuasi medis,
c) tahu persyaratan pesawat terbang yang baik untuk dipergunakan dalam evakuasi medis,
d) tahu siapa saja yang harus mendapat pengawasan khusus dalam evakuasi medis,
e) dapat membagi prioritas terhadap penderita yang memerlukan evakuasi medis.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Evakuasi Medis Dirgantara Tingkat Madya,
b) dapat bertindak cepat apabila ada keadaan darurat di dalam/ketika melaksanakan evakuasi medis,
c) tahu apa yang boleh dan apa tidak boleh dilaksanakan/diberikan dalam evakuasi medis,
d) dapat menerangkan bahaya-bahaya penerbangan terhadap human factor (faal tubuh manusia,
e) mempunyai ijasah PPPK dari PMI/badan yang sah atau keterangan yang sejenis dari seorang flight surgeon,

39. SKK Pengenal Pesawat Terbang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mempunyai catatan mengenai pesawat yang pernah dilihatnya, lengkap dengan tanggal dan di mana, serta ciri-ciri khusus dari sedikitnya lima pesawat,
b) dapat menyebutkan paling sedikit lima perusahaan penerbangan dalam/luar negeri,
c) dapat menyebutkan pesawat yang digunakan untuk transporttasi komersial paling sedikit lima pesawat terbang,
d) dapat menyebutkan paling sedikit 10 pesawat yang bersayap sweep back.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengenal Pesawat Terbang Tingkat Purwa,
b) dapat menyebutkan dan menggambarkan bagian-bagian pokok pesawat terbang,
c) dapat menyebutkan roda-roda pendarat yang dapat dilipat dan tidak dapat dilipat paling sedikit 5 pesawat,
d) dapat menyebutkan pesawat yang menggunakan tipe nose wheel dan tail wheel paling sedikit 5 pesawat,
e) dapat menyebutkan paling sedikit 5 pesawat yang bersayap delta.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengenal Pesawat Terbang Tingkat Madya,
b) dapat menyebutkan 5 industri pesawat terbang dan pesawat yang dihasilkannya,
c) dapat menyebutkan roda-roda pendarat utama (maint wheel) yang dipasang disayap dan di badan paling sedikit 5 pesawat,
d) dapat menyebutkan sayap di atas (high wing), sayap di tengah (middle wing) dan sayap di bawah (low wing) paling sedikit 5 pesawat,
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) dapat menggambar paling sedikit 5 (lima) pesawat mirip dengan tipe yang dimaksud,
f) dapat menceritakan tipe pesawat yang diperlihatkan kepadanya, tentang bentuk dan letak penempatan sayapnya, tipe dan jumlah motor serta kebangsaannya,

40. SKK Petani Padi
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Petani Padi untuk Pramuka golongan Siaga,
b) tahu dan dapat:
(1) memilih/memisahkan benih padi yang baik untuk ditanam,
(2) memilih bibit padi yang baik dan sehat di pesemaian,
(3) menanam padi dengan teratur (tandur jajar)
(4) menyiangi padi (dengan tangan atau alat)
(5) melakukan penanaman padi dengan baik,
c) tahu dan dapat mencampur obat (dosis) dan menggunakan sedikitnya satu macam obat/alat pemberantas hama/penyakit padi,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka Penegak dan Pandega harus:
a) telah mememenuhi SKK Petani Padi untuk Tingkat Purwa,
b) tahu dan mengerti tentang:
(1) fase-fase pertumbuhan padi,
(2) waktu dan cara penggunaan pupuk (buatan/alam) dan cara penyimpanan pupuk,
(3) waktu dan cara pengaturan air untuk persemaian dan untuk sawah,
(4) waktu dan cara penyiangan padi,
(5) waktu dan cara panenan padi,
c) tahu dan mengerti cara penggunaan obat pemberantas hama/penyakit padi dan cara penyimpanan obat tersebut.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka Pengak dan Pandega harus:
a) telah mememenuhi SKK Petani Padi untuk Tingkat Madya,
b) tahu dan mengerti tentang:
(1) waktu dan cara pengolahan tanah,
(2) waktu dan cara pembuatan pesemaian,
(3) penggunaan alat pengolah tanah dan pemeliharaan alat itu,
(4) penggunaan alat pemberantasan hama serta pemeliharaan alat tersebut,
(5) cara pembuatan garis tandur jajar,
c) tahu dan mengerti masalah penyimpanan, pengangkatan, dan pemasaran hasil panenan,

41. SKK Juru Peta
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) menggunakan kompas atau alat lain untuk mecari arah kiblat,
b) membuat denah bangunan tempat tinggalnya atau bangunan lain (satu tingkat), termasuk halamannya dengan skala tertentu,
c) mengerti beberapa macam tanda-tanda di peta, misalnya gunung, sungai, kota, batas wilayah, dan sebagainya,
d) membuat sketsa peta wilayah sekitar tempat tinggalnya dengan radius sedikitnya 1 km dan menunjukkan letak tempat-tempat penting, misalnya pasar, masjid/gereja, sekolah, lapangan olahraga, Puskesmas/balai kesehatan, dan sebagaiya ,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Juru Peta untuk Tingkat Purwa,
b) dapat menggunakan kompas bidik (vizier compass),
c) dapat membuat peta lapangan dengan skala tertentu, dengan memasukkan segala sesuatu yang ada di lapangan itu, misalnya pohon, tenda, bangunan, dan sebagainya,
d) dapat membuat peta-pita dari perjalannannya sejauh 3 km dengan mencatat semua tempat penting yang ada di kiri kanan jalan yang dilaluinya,
e) dapat menaksir jarak/jauh dengan beberapa cara.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Keadaan Darurat Penerbangan Tingkat Madya,
b) dapat membuat peta lapangan secara tringulasi (dengan segitiga-segitiga) dengan menggunakan kompas prisma atau kompas bidik,
c) dapat mengubah peta-pita menjadi peta daerah dengan skala tertentu, dan menggunakan tanda-tanda peta yang umum dipakai di peta topografi,
d) dapat menggunakan peta topografi untuk jalan menuju suatu tempat dengan koordinat yang ditentukan oleh penguji dengan memilih sendiri jalan yang akan ditempuhnya, berdasarkan tanda-tanda yang ada di peta itu,
e) dapat menggambar dan membaca peta pemandangan (panorama schets),

42. SKK Navigasi Laut
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mempunyai/telah mencapai TKK Pelaut Tingkat Purwa
b) mengerti abjad Morse dan dapat menerima dengan alat optik, dalam kecepatan 25 huruf per menit,
c) mengerti perbedaan kompas magnit, dan kompas giro dan mengerti apa yang disebut Utara Sejati dan Utara Magnit
d) mengetahui 3 buah alat navigasi dan mengerti gunanya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Navigasi Laut Tingkat Purwa dan TKK Pelaut Tingkat Madya,
b) dapat menghitung arah suatu benda di laut/di lapangan dengan mempergunakan kompas,
c) dapat menunjukkan 3 gugusan bintang di langit, dan mengetahui saat-saat terbitnya, misalnya: bintang Waluku (Orion), bintang Salib Selatan (Zuiderkruis, Gubug Penceng), bintang Biduk/Perahu (Grote Beer),
d) mengerti dan dapat menghitung perbedaan Utara Magnetis dan Utara Sejati, serta vonasi dan deviasi.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Navigasi Laut Tingkat Madya,
b) mengetahui bentuk dan warna rambu-rambu di daerahnya serta tahu maksudnya,
c) mengerti peraturan dan pelanggaran laut,
d) dapat membaca peta laut di daerahnya, dan dapat menunjukkan di peta itu gunung, rambu, teluk, di daerahnya,
e) dapat menentukan di peta daerahnya posisi sebuah benda dengan menggunakan alat pembaring.

43. SKK Juru Isyarat Bendera
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) memahami abjad Semaphore dan Morse,
b) dapat membuat menara isyarat sederhana,
c) memahami isyarat peluit laut,
d) dapat menerima isyarat dengan bendera.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Isyarat Bendera Tingkat Purwa,
b) dapat mengirim dan menerima isyarat/tanda-tanda dengan bendera,
c) dapat membuat peralatan isyarat bendera.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Juru Isyarat Bendera Tingkat Madya,
b) mengetahui hubungan komunikasi nasional/internasional,
c) memahami isyarat bendera internasional.

44. SKK Pelaut
b. Untuk golongan Penggalang, Penegak dan Pandega
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) memahami bagian-bagian kapal dan mempunyai koleksi cap/tanda-tangan nakhoda,
b) memahami perahu layar rakyat, dan dapat mengendalikan/mengemudikan dengan baik,
c) mengetahi dan dapat menggunakan peralatan keselamatan,
d) memahami tanda-tanda peluit, misalnya tanda panggilan/apel, tanda penghormatan, dan lain-lain,
e) memahami tali-temali dan kualitas dari kapal untuk mempelajari peralatan dan perbaikan ringan setelah latihan/penggunaan.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi TKK Pelaut Tingkat Purwa,
b) aktif dalam pelayarannya masing-masing dalam latihan maupun mengikuti pelayaran rakyat (dengan sepengetahuan pembina/pengujinya), dan memiliki catatan kunjungan/buku pelaut,
c) memahami peta/membaca peta, terutama daerahnya sendiri dan tanda-tanda bahaya/rambu yang dipasang syahbandar, dengan tambahan navigasi sedang, penggunaan kompas, stopwatch, dan lain-lain
d) memahami lalu-lintas pelayaran dalam pelabuhan (kesyahbandaran).

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pelaut Tingkat Madya,
b) memahami bentuk-bentuk perahu layar olahraga yang aada di Indonesia dan peraturan pertandingan olahraga layar dan dayung dari Peropi,
c) mendalami perawatan dan perbaikan sebuah perahu/kapal untuk kepelautan/dok, termasuk perawatan layar,
d) memahami arus lalu-lintas pelayaran niaga yang menuju daerahnya masing-masing, pelayaran rakyang maupun nasional/internasional.

45. SKK Juru Isyarat Listrik
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) memahami abjad Morse,
b) memahami etiket penyiaran radio komunikasi,
c) mengerti isyarat peluit laut,
d) dapat menerima isyarat listrik.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Isyarat Listrik Tingkat Purwa,
b) dapat mengirim dan menerima isyarat listrik,
c) memahami perbaikan dari pesawat pemancar/penerima,
d) dapat membuat alat pemancar/penerima secara sederhana.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Juru Isyarat Listrik Tingkat Madya,
b) mengetahui perawatan pemancar/penerima, baik kepunyaan sendiri atau kepunyaan orang lain/instansi,
c) memahami rencana komunikasi yang sudah dilakukan dan yang akan datang,
d) memahami isyarat-isyarat internasional.

46. SKK Juru Isyarat Optik
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) memahami abjad Morse,
b) memahami isyarat peluit pelaut,
c) dapat menerima isyarat dengan optik.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Isyarat Optik Tingkat Purwa,
b) dapat mengirim dan menerima tanda-tanda/isyarat optik,
c) dapat membuat alat optik sederhana untuk memberikan isyarat.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengumpul Juru Isyarat Optik Tingkat Madya,
b) memahami jalur hubungan komunikasi,
c) memahami peralatan komunikasi dan tahu cara penggunaannya,
d) memahami isyarat-isyarat internasional.

47. SKK Perencana Kapal
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) memahami setiap gambar dari perahu, kapal niaga, dan kapal perang Indonesia/asing,
b) dapat membuat maket dari beberapa jenis perahu layar khas Indonesia,
c) memahami setiap bagian dari kapal/perahu dan penggunaannya,
d) memahami jenis-jenis kapal yang ada di Indonesia mengenai daya dorongnya, misalnya kapal uap, mesin/motor, layar, dan sejenisnya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perencana Kapal Tingkat Purwa,
b) memahami peralatan sederhana maupun modern untuk berlayar,
c) memahami gambar-gambar tulang pembuatan kapal dengan perhitungan ilmu pasti dan ilmu gaya,
d) menyebarluaskan hasil penelitian perhutungan pembuatan kapal modern dalam media tertentu.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perencana Kapal Tingkat Madya,
b) telah menghasilkan sedikitnya sebuah perahu yang direncanakan dan dibuatnya sendiri, daan telah dicoba untuk digunakan sendiri,
c) dapat memberikan latihan dan penjelasan mengenai salah satu pokok/nomor dari Syarat Kecakapan Khusus Perencana Kapal Tingkat Purwa kepada kelompok Pramuka,
d) prestasi yang dihasilkan mempunyai taraf nilai nasional.
Khusus untuk Pramuka Penegak dan Pandega, ditambah dengan:
e) telah melatih sedikitnya seorang Pramuka lain mencapai TKK Perencana Kapal Tingkat Madya.


48. SKK Perahu Motor
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengenal tipe out boat,
b) mengenal perlengkapan dari out boat, dan tahu cara penggunaannya,
c) mempunyai keberanian untuk ikut berlayar,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perahu Motor Tingkat Purwa,
b) dapat mendayung atau mengemudikan perahu/motor boat,
c) dapat mengolah gerak perahu untuk merapat,
d) mengenal waktu-waktu pasang surut dan keadaan cuaca.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Perahu Motor Tingkat Madya,
b) dapat mengerjakan pemeliharaan perahu motor,
c) dapat mengerjakan perbaikan ringan pada mesin/motornya,
d) mengenal peraturan/pelanggaran laaut (misalnya garis pelayaran yang ditentukan syahbandar),
e) dapat membantu perahu motor berlayar dengan pedoman yang ada pada out boat.

V. SYARAT-SYARAT TANDA KECAKAPAN KHUSUS (SKK) BIDANG SOSIAL PERIKEMANUSIAAN, GOTONG ROYONG, KETERTIBAN MASYARAKAT, PERDAMAIAN DUNIA DAN LINGKUNGAN HIDUP.

1. SKK Pemadam Kebakaran
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mengetahui cara menolong kebakaran dengan alat dan bahan yang ada,
b) dapat memberitahu dengan cepat kepada yang berwajib kalau terjadi suatu kebakaran,
c) mengetahui jenis-jenis alat pemadam kebakaran,
d) mengetahui bahan-bahan untuk memadamkan api,
e) dapat mengambil tindakan untuk menolong orang lain yang menderita kecelakaan karena api,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Purwa,
b) dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk dari petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan orang-orang dan harta benda dari adanya kebakaran,
c) dapat memperkirakan lokasi daerah kebakaran,
d) dapat mengetahui cara-cara mempergunakan alat-alat pemadam kebakaran berikut perlengkapannya,
e) dapat menerapkan kecakapan PPPK untuk menolong orang lain karena menderita luka akibat dari kebakaran,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pemadam Kebakaran Tingkat Madya,
b) dapat memadamkan kebakaran kompor, kebakaran listrik, kebakaran mesin mobil dan lain-lain perabot yang dapat menimbulkan kebakaran,
c) mengetahui tempat dan alamat, nomor telepon (kalau ada), pos-pos pemadam kebakaran,
d) pernah mengikuti kursus/latihan pemadam kebakaran yang diadakan oleh Dinas Pemadam Kabakaran,
e) mengetahui organisasi tentang pemadam kebakaran dari pusat sampai jajaran (eselon) terendah,


2. SKK Pengaman Lalu Lintas
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat memberi penjelasan kepada orang lain tentang peraturan lalu lintas yang berlaku bagi pengemudi-pengemudi kendaraan bermotor, dan yang berlaku bagi pengemudi-pengemudi kendaraan tak bermotor,
b) menjelaskan asas-asas disiplin dan kesopanan lalu lintas,
c) mengenal dan tahu tentang kegunaan SIM (Surat Ijin Mengemudi),

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Pengaman Lalu Lintas untuk Tingkat Purwa,
b) dapat memberi pertolongan pertama pada waktu terjadi kecelakaan lalu lintas,
c) dapat menyeberangkan sekelompok anak-anak atau barisan anak-anak,
d) dapat bertindak pada waktu terjadinya kecelakaan lalu lintas dan tahu kepada siapa harus melaporkan,
e) membantu petugas-petugas polisi lalu lintas bila tahu terjadi kemacetan lalu lintas,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengaman Lalu Lintas Tingkat Madya,
b) mengerti tentang pengetahuan pokok lalu lintas dan angkutan jalan raya,
c) pernah membantu Polisi Lalu Lintas melakukan pengamanan serta pemeriksaan tempat-tempat terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas,
d) mampu menggunakan walky talky,
e) memiliki SIM.

2. SKK Pengaman Kampung/Desa
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuat kentongan dan menerangkan kepada masyarakat sekitarnya tentang pentingnya kentongan sebagai tanda-tanda bahaya, berikut tanda-tandanya,
b) membantu sedikitnya tiga kali melakukan ronda malam di kampung/desanya.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Pengaman Kampung/Desa untuk Tingkat Purwa,
b) telah membuat laporan atau melaporkan suatu peristiwa tindak pidana yang terjadi di kampung/desanya kepada yang berwajib,
c) pernah membantu petugas keamanan dalam upacara, keramaian, pesta, aaatau di mesjid yang berada di kampung/desanya,
d) menamankan tempat aatau lokasi kejadian untuk barang bukti,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Pengaman Kampung/Desa Tingkat Madya,
b) pernah menjalankan latihan olahraga bela diri,
c) mengenal pokok-pokok tentang menjalankan penyelidikan dengan sidik jari,
d) mengetahui perbedaan tugas pokok polisi, jaksa dan hakim,
e) pernah membuat sketsa tentang suatu kejadian/peristiwa tindak pidana,

4. SKK Penunjuk Jalan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menggambar sketsa daerah kecamatan/kabupaten (tergantung kepadatan penduduknya), serta jalan-jalan menuju ke ibukota kecamatan, kabupaten-kabupaten lain yang berdekatan,
b) tahu dan dapat menjelaskan jalan ke:
(1) rumah RT/RW/Lurah,
(2) Pos Polisi, Hansip, Keamanan Kampung,
(3) Pos Pemadam Kebakaran,
(4) Pos PPPK, rumah sakit, dokter, apotik, PMI
(5) tempat ibadat, pasar, toko,
(6) stasiun bis, kereta api, taksi, oplet, dan route/jamnya
(7) hotel/losmen, restoran, warung-warung,
c) dapat mengantar orang lain ke salah satu tempat tersebut nomor 2 pada jarak maksimum 5 km untuk daerah yang padat penduduknya, dan 10 km untuk daerah berpenduduk jarang,
d) dapat menunjukkan jalan-jalan (dan bila ada nama baaru dan lama jalan tersebut) sedikitnya di daerah/wilayah kelurahannya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Penunjuk Jalan untuk Tingkat Purwa,
b) dapat menggambar sketsa daerah propinsinya, dengan jalan-jalan kereta api, jalan-jalan raya, tempat-tempat bersejarah, dan lain-lain,
c) tahu dan dapat menjelaskan jalan-jalan ke:
(1) kantor kecamatan/kabupaten,
(2) perusahaan-perusahaan besar,
(3) kantor instansi pemerintah (sipil/militer) tingkat kabupaaten,
(4) tempat-tempat bersejarah,
(5) bengkel-bengkel sepeda, motor, mobil, dan dapat mengantar orang lain ke tempat-tempat penting, dengan jarak maksimal 20 km,
d) mempunyai catatan tentang alamat dan nomor telepon dari tempat-tempat penting, di daerahnya, atau di tempat mencari dalam buku daftar telepon,
e) mengetahui sedikit-sedikitnya tentang sejarah dan peninggalan sejarah di daerahnya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Penunjuk Jalan Tingkat Madya,
b) dapat menunjukkan gedung-gedung penting, lapangan olahraga, kolam renang, peristirahatan, tempat-tempat rekreasi, rumah-rumah pejabat dan sebagainya,
c) mempunyai catatan singkat mengenai keadaan daerahnya, perkembangan penduduk, kemajuan produksi pertanian, peternakan, kepariwisataan, keadaan sungai, pantai, gunung, sejarahnya dan sebagainya,
d) dapat mengantarkan orang lain ke tempat-tempat penting, di daerahnya dalam jarak 30 km dari tempat tinggalnya,

5. SKK Juru Bahasa
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) telah mememenuhi SKK Juru Bahasa untuk golongan Siaga,
b) dapat menyusun suatu karangan dalam bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab,
c) dapat menceritakan suatu peristiwa yang dilihat, didengar atau dirasakannya, dengan menggunakan bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab
d) dapat menterjemahkan dari buku, majalah atau surat kabar dari bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab ke bahasa Indonesia, dengan diperkenankan menggunakan kamus,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Juru Bahasa untuk Tingkat Purwa,
b) dapat mengarang surat biasa, surat undangan, surat terimakasih, ssurat bela sungkawa, ssurat ucapan selamat, dalam bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab,
c) dapat membacakan dan menterjemahkan tanpa menggunakan buku kamus, suaatu teks pidato tertulis dalam bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab ke bahasa Indonesia, daan sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa asing tersebut,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah memenuhi SKK Juru Bahasa Tingkat Madya,
b) dapat memberi ceramah dalam bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab, termasuk memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pendengar ceramah,
c) mempelajari sebuah buku berbahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab, dan membicarakan isi buku itu dengan Penguji dalam bahasa asing tersebut,
d) pernah menjadi juru bahasa menterjemahkan pembicaraan seorang dalam bahasa Inggeris, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina atau Arab,

7. SKK Perawat Anak
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menyiapkan tempat dan alat-alat untuk memandikan anak/bayi, misalnya alas perlak, handuk, lap air (waslap), sabun, bedak talk, pakaian bersih, dan tahu cara/mengetahui hangatnya air,
b) dapat membuat dan menyiapkan minuman/makanan untuk anak/bayi, menyuapinya, serta tahu cara dan waktu pemberiannya,
c) dapat menjaga, menghibur, merawat, mengganti pakaian dan menidurkan anak/bayi

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Perawatan Anak untuk Tingkat Purwa,
b) tahu cara dan dapat memegang dan memandikan anak/bayi, membersihkan dubur/alat kelamin, serta memelihara kuku, dan kulir bayi,
c) tahu syarat-syarat gizi dan memelihara makanan anak/bayi,
d) tahu cara dan dapat memelihara kesehatan anak/bayi, misalnya mencegah jangan sampai masuk angin, panas, tergeliat, terkilir, kejang, cacingan, dan sebagainya,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Perawat Anak Tingkat Madya,
b) tahu cara dan dapat mencegah dan menolong anak yang mengalami kejang, demam daan merawat luka-luka kecil,
c) dapat melatih anak kebersihan, kerapihan, sopan santun, suka bekerja, dan disiplin diri sendiri,
d) tahu dan dapat mencarikan permainan alat-alat bermain yang cocok dengan pribadi dan watak anak, dan berguna bagi perkembangan jaasmani dan rohani anaknya,

8. SKK Perawatan Keluarga (Home Nursing)
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengerti dan telah melaksanakan, peraturan kesehatan di rumahnya, misalnya kebersihan rumah, dan halaman, tempat sampah, hubungan air, kamarmandi, kakus, sumur, dan sebagainya,
b) mengerti dan dapat melakukan:
(1) pengukuran suhu badan (dengan thermometer),
(2) meraba dan menghitung denyut nadi dan pernafasan,
(3) menggunakan steekpan, pispot, botol air kencing,
(4) penyediaan ruang dan tempat untuk orang sakit, misalnya tempat tidur, meja, bel, dan lain-lain,
c) mengetahui cara perawatan penderita sebelum/sesudah pemeriksaan dokter, dan tahu hal-hal yang perlu dicatat/diperhatikan/dilaporkan kepada dokter,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Perawatanan Keluarga untuk Tingkat Purwa,
b) mengerti dan dapat melakukan perawatan bagi orang sakit, yaitu:
(1) membaringkan, mendudukkan, membalikkan badan penderita,
(2) menyiapkan dan menyuapi makanan minuman pada penderita,
(3) memberikan sandaran punggung (ruggesteun), penumpang kaki, paha dan tangan,
(4) dapat mengganti alas tempat tidur (seprei), perlak dan selimut yang sedang dipakai oleh penderita,
(5) menggunakan kompres panas/dingin secara basah/kering secara tepat/baik,
c) mengerti cara pencegahan dan penularan beberapa jenis penyakit,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Perawatan Keluarga Tingkat Madya,
b) mengerti dan dapat melakukan perawatan bayi, misalnya menyiapkan alat dan tempat memandikan, mengganti pakaian, cara memegang/mendukung, membungkus dengan selimut, dan sebagainya,
c) mengerti dan dapat melakukan perawatan penderita (atas nasehat/petunjuk dokter):
(1) menyeka/memandikan penderita,
(2) memberikan obat-obat tertentu,
(3) memberikan uap panas,
(4) memindahkan, menurunkan penderita dari tempat tidur dan mendudukkan di kursi,
(5) membantu penderita berjalan,
d) mengerti dan dapat menggunakan persediaan obat-obatan daan alat-alat perawatan keluarga di rumah,

9. SKK Penerima Tamu
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat menulis surat undangan, menjawab dapat/tidak dapat menerima undangan dan menulis surat ucapan terimakasih,
b) tahu cara menerima, duduk, berbicara, memperkenalkan dan mengantar tamu,
c) dapat dapat mengatur tempat dan meja tamu, memilih, menyusun, dan mengatur makanan dan minuman untuk tamu, serta membuat acara “jamuan minum teh” (bertandang/berkunjung),

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Penerima Tamu untuk Tingkat Purwa,
b) tahu dan dapat melaksanakan kewajiban sebagai tuan/nyonya rumah mempersiapkan dan menerima tamu, yang bermalam atau lebih,
c) tahu dan dapat bertindak sebagai tamu yang baik dimana-mana,
d) tahu waktu-waktu untuk berkunjung/bertandang, daan saat harus mengakhiri kunjungan ke rumah orang lain, dan mengakhiri kunjungan orang lain di rumahnya,
e) dapat menyusun meja makan, menyusun menu, memilih makanan dan mengajak makan bersama tamunya.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Penerima Tamu Tingkat Madya,
b) tahu cara dan dapat mengatur segala sesuatu untuk acara bayi lahir, ulang tahun, perkawinan, kematian, dan lain-lain sesuai dengan adat-istiadat setempat di daerahnya,
c) tahu cara dan dapat membuat acara untuk tamu yang bermalam beberapa hari di rumahnya, agar si tamu tidak bosaan dan merasa serasi (kerasan),
d) dapat menghibur tamu selama 15 menit dengan beberapa macam acara (percakapan, nyanyian, permainan, sandiwara, lelucon, dan lain-lain).

10. SKK Juru Penerang
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengetahui nama suratkabar/majalah yang terbit di daerahnya, dan yang terbit di Jakarta,
b) mengetahui jenis media masa yang dapat dipergunakan untuk usaha penerangan masyarakat,
c) mengetahui cara dan telah menyusun suatu cerita tentang persitiwa yang baru saja terjadi dan menarik perhatian masyarakat,
d) mengetahui cara dan telah membuat laporan tentang Perkemahan/Lomba Penggalang/Perkemahan Wirakarya/Perpanitera/Permainan Besar Siaga/Kegiatan Pramuka lainnya,
e) dapat menerangkan kepada orang lain tentang keadaan pasukannya/rencana kegiatan ambalannya,
f) menunjukkan kemampuannya dalam mencatat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi didaerahnya,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Juru Penerang untuk Tingkat Purwa,
b) dapat membuat berita pers (press release),
c) dapat memelihara dan tahu penggunaan alat-alat penerangan kepada masyarakat tentang Keluarga Berencana atau Tabanas/Taska, atau program Pemerintah di daerahnya, dan lain-lainnya,
d) pernah menghadiri Rapat-Rapat atau Sidang DPR atau badan-badan lain, dan membuat laporan tertulis tentang hal tersebut.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Juru Penerang Tingkat Madya,
b) dapat merencanakan dan mempersiapkan suatu acara jumpa pers/pers meeting, (untuk Penegak/Pandega harus dapat pula melaksanakannya)
c) dapat memperbaiki kerusakan ringan alat-alat penerangan/pemancar suara/ megafon,
d) dapat menghibur tamu selama 15 menit dengan beberapa macam acara (percakapan, nyanyian, permainan, sandiwara, lelucon, dan lain-lain),
e) pernah mengikuti secara aktif sistem tim penerangan di wilayahnya,
f) mengetahui nama, alamat kantor berita dalam negeri/luar negeri.

11. SKK Korespondensi
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat membuktikan bahwa ia mempunyai sahabat pena paling sedikit 3 orang dari kwartir daerah yang berlainan,
b) mengetahui cara dan dapat menggunakan mesin ketik atau mengetahui dan dapat melaksanakan pencatatan surat-surat (agenda dan ekspedisi),
c) dapat membuat surat-surat:
1) undangan,
2) ucapan terimakasih/belasungkawa,
3) pemberitahuan/izin,
4) pengumuman
5) telegram
d) mengetahui cara dan dapat melaksanakan pengiriman:
1) uang poswesel,
2) berita telegram,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Korespondensi untuk Tingkat Purwa,
b) dapat mengetik 10 jari, atau mengetahui dan dapat mengatur serta melaksanakan pekerjaan pengarsipan surat-surat,
c) mengetahui tata cara dan dapat mengirimkan barang lewat pos (pospaket) atau dengan kereta/bis kilat,
d) mengetahui cara dan membuat surat-surat memo, surat edaran, dan surat-surat resmi,
e) dapat membuat berita pers (press release),

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Korespondensi Tingkat Madya,
b) mempunyai sahabat pena dari negara lain,
c) tahu cara mengirim berita lewat radio (RRI dan/atau pemancar amatir),
d) tahu cara pengiriman barang dan surat ke luar negeri lewat pos dan lewat kantor ekspedisi lain,

12. SKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan luka iris, luka garuk, luka bakar/kena benda panas, benjut/memar, terkilir, hidung berdarah, tersengat/tergigit binatang berbisa, dan debu di mata,
b) mengetahui cara dan dapat mencegah dan menolong orang yang mengalami hilang semangat (collapse), pingsan, matisuri (schijndood), dan trersengat sinar matahari (zonnesteek),
c) mengetahui cara dan dapat menggunakan dengan benar dan rapih: pembalut segitiga (mitella), dan pembalut panjang (zwapchtel verband) untuk luka di jari, lengan, tangan, kepala, lutut dan betis,
d) mengetahui letak urat-urat nadi terpenting, dan mengetahui cara penghentian pendarahan urat nadi,
e) dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapih, dan tahu serta dapat mengangkut penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri maaupun bersama dengan teman,
f) mengetahui dan dapat melakukan dengan baik dua pernafasan tiruan (kunstmatige ademhaling),
g) mempunyai pengetahuan tentang obat-obatan/ramuan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama pada kecelakaan,
h) mengetahui nama, alamat, nomor tilpon Puskesmas (poliklinik), rumah sakit, dan dokter setempat,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan untuk Tingkat Purwa,
b) sebagai seorang anggota regu penolong (bukan pemimpin) yang terdiri atas 4 atau 5 orang, melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (tiruan) yang dibuat oleh penguji, secara terperinci, tepat, dan cepat sesuai dengan aturan PPPk (perlu diperhatikan keterangannya, kecepatan, kerjasama, dan lain-lain),
c) mengetahui cara dan dapat menyampaikan secara lisan, tertulis atau melalui tilpon (kepada dokter, rumahsakit, polisi aatau keluarganya),
d) mengetahui cara dan dapat melakukan dengan baik cara-cara pernafasan tiruan,
e) mengetahui cara dan dapat mengangkut penderita melaui rintangan-rintangan (gang sempit, melalui kolong, menyeberang parit, melewati pagar/tembok, naik turun tangga, dan lain-lain) dengan atau tanpa tandu,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Pertolongaan Pertama Pada Kecelakaan Tingkat Madya,
b) mengetahui cara dan dapat menolong kecelakaan berbagai macam patah tulang terbuka atau tertutup (fractura complicata dan incomplicata), juga rahang atau lutut meleset,
c) mengetahui cara dan dapat memberi pertolongan kepada orang yang mengalami pendarahan dalam tubuh (interne bloedingen),
d) dapat memperhatikan cara-cara bertindak apabila ada dugaan keracunan dan gegar otak,
e) dapat dan tahun cara menolong orang tenggelam, terbenam/tertimbun, kena aliran listrik, dan shock/gugat,
f) pernah memimpin satu regu penolong paada kecelakaan (sungguh-sungguh atau tiruan),

13. SKK Pembantu Penyuluh Padi
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka Penegak atau Pandegaharus:
a) mengetahui seluk beluk padi, misalnya tentang jenis padi, pemilihan benih, pemilihan bibit, cara menanam, menyiang, pengaturan air, panenan, penyimpanan, dan lain-lain,
b) tahu dan mengerti tentang upaya pemerintah/swasta, dalam hal pengelolaan padi, misalnya masalah penggilingan padi, catur saran wilayah unit desa, bimas, inmas, dan lain-lainnya.
c) tahu dan kenal baik dengan Petugas Penyuluhan Pertanian Lapaangan (PPPL), Mantri Pertanian Kecamatan, dan tokoh-tokoh pemuka pedesaan lainnya,
d) sedikitnya telah dua kali membantu kegiatan penyuluhan pertanian.

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka Penegak dan Pandega harus:
a) telah mememenuhi SKK Penyuluh Padi untuk Tingkat Purwa,
b) mengerti seluk beluk pemberian dan penyimpanan pupuk untuk padi, hama/penyakit padi dan pemberantasannya, dan alat-alat yang digunakan untuk keperluan itu,
c) mengetahui tentang Kontak Tani, Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, BUUD/KUD, serta kaitannya satu sama lain,
d) sedikitnya telah dua kali ikut memberikan penjelasan/penerangan tentang pertanian kepada orang banyak, atau kepada satu kelompok pendengar siaran pedesaan.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka Pengak dan Pandega harus:
a) telah memenuhi SKK Penyuluh Padi Tingkat Madya,
b) mengetahui masalah pengolahan tanah, dan penggunaan alat-alat pengolahan tanah,
c) tahu dan mengerti beberapa metode penyuluhan pertanian di desanya,

14. SKK Keadaan Darurat Penerbangan (Emergency)
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) dapat mempraktekkan kepada diri sendiri atau orang lain bagaimana memberikan pertolongan terhadap luka bakar, kena pisau, kena benda tajam, dan kena sengatan binatang,
b) mengerti yang disebut jungle survival (gladi tangguh di darat),
c) pernah mengikuti kursus PPPK dan mendapatkan ijasah,
d) dapat melaksanakan paling sedikit 5 macam pembalutan dengan pembalut segitiga,
e) pernah berkemah dengan anggota regunya paling sedikit 2 kali, masing-masing sehari semalam dan membuat catatan yang telah dilakukan di dalam perkemahan tersebut, salah satu diantaranya adalah sebagai juru masak,
f) mengerti tanaman, binatang, buah-buahan, dan sabagainya yang tidak boleh dimakan (dengan melihat tanda-tanda umumnya).

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Keadaan Darurat Penerbangan untuk Tingkat Purwa,
b) mempraktekkan bagi diri sendiri atau orang lain, bagaimana penyembuhan/ pertolongan terhadap pingsan karena kekurangan oksigen, pingsan karena muak, dan kedinginan,
c) dapat melaksanakan pembalutan dengan segitiga dan dapat menggunakan bidai (spalk), pada siang maupun malam hari,
d) melakukan penjelajahan (cross-coutry) paling sedikit 10 km, melalui hutan dan membuat laporan makanan-makanan yang diperolehnya di dalam hutan tersebut,
e) pernah membantu PMI dalam upaya-upaya gerakan kemanusiaan,
f) dapat menjelaskan keadaan kecelakaan dalam penerbangan di Indonesia minimal 2 kejadian yang pernah terjadi di Indonesia.

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Keadaan Darurat Penerbangan Tingkat Madya,
b) dapat melakukan penjelajahan (cross-country) paling sedikit 15 km melewati daerah hutan/gurun dengan melaksanakan perkemahan yang berpindah-pindah paling sedikit 3 kali perkemahan,
c) tahu cara memberikan isyarat/tanda kepada pesawat terbang penolong yang mengatakan letak pesawat jatuh, semua penumpang dalam keadaan kelaparan dan membuat tanda arah angin,
d) mengerti tanda pintu darurat di pesawat terbang dan cara membukanya,
e) mengetahui kelengkapan pesawat terbang untuk keadaan darurat di laut, dan dapat menggunakannya,
f) berdiskusi dengan Pembinanya tentang sebab suatu kecelakaan pesawat terbang dan mengetahui satuan SAR yang ada di Indonesia,

14. SKK Keadaan Darurat Laut (Emergency)
1) Untuk mencapai Tingkat Purwa seorang Pramuka harus:
a) tahu bagaimana memberikan pertolongan terhadap bekas sengatan binatang, luka kena pisau, luka kena benda tajam yang lain, dan luka terbakar/kena api,
b) mengerti apa yang disebut jungle survival dan sea survival (gladi tangguh di darat dan di laut),
c) tahu tanaman, buah-buahan, binatang, dan sabagainya yang tidak boleh dimakan (dengan melihat tanda-tanda umumnya).
d) pernah mengikuti kursus PPPK dan mendapatkan ijasah,
e) dapat melaksanakan paling sedikit 5 macam pembalutan dengan pembalut segitiga,
f) tahu cara pengarahan dari suatu tempat untuk pertolongan kecelakaan,
g) pernah berkemah dengan anggota regunya paling sedikit 2 kali, masing-masing sehari semalam dan membuat catatan yang telah dilakukan di dalam perkemahan tersebut, salah satu diantaranya adalah sebagai juru masak,

2) Untuk mencapai Tingkat Madya seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai TKK Keadaan Darurat Laut untuk Tingkat Purwa,
b) tahu bagaimana memberikan pertolongan kepada orang pingsan karena matahari, pingsan karena kekurangan oksigen, pingsan karena muak, dan pingsan karena kedinginan (hypotermia),
c) pernah mengadakan penjelajahan (cross-coutry/hiking) paling sedikit 10 km, melalui hutan dan membuat laporan termasuk makanan yang dapat diperolehnya di dalam hutan tersebut,
d) telah memperoleh ijasah PPPK dari PMI atau lembaga lain yang sederajat/sah
e) dapat melaksanakan pembalutan dengan segitiga dan dapat menggunakan bidai (spalk), pada siang maupun malam hari, serta mengangkut pasien dengan sepeda, kuda, sepeda motor, mobil, perahu layar, perahu dayung, motor boat, atau pesawat terbang
f) pernah membantu PMI dalam upaya-upaya gerakan kemanusiaan,

3) Untuk mencapai Tingkat Utama seorang Pramuka harus:
a) telah mencapai SKK Keadaan Darurat Laut Tingkat Madya,
b) tahu cara memberikan pertolongan terhadap gigitan ular (tanpa aada obat-obatan), menggunakan bidai (spalk), bagaimana menyelamatkan dan memberikan pertolongan kepada oarang-orang dalam kebakaran,
c) pernah mengadakan penjelajahan (cross-country) paling sedikit 15 km melewati daerah hutan/gurun, dan dapat memberikan tanda isyarat bagi seorang tersesat untuk mendapatkan jalan kembali,
d) masih berhak memegang ijasah PPPK dari PMI aatau lembaga lain yang sederajat,
e) berdiskusi dengan orang lain tergantung kejadian bahaya kebakaran/banjir/gempa bumi/arus panas dan membuat rencana pertolongan dengan pemerintahan setempat,
f) dapat melaksanakan pengangkutan korban dengan paling sedikit 2 dari alat pengangkut dengan sepeda motor, mobil, motor boat atau pesawat,
g. pernah ikut melaksanakan upaya menyelamatkan orang lain dari bahaya maut, aatau menghibur orang lain yang menjadi korban bencana,